Berhasil Ekspor Perdana, Wali Kota Adam: Tual Sudah Bangkit

Wali Kota Tual Adam Rahayaan menyebut momentum ekspor perdana produk perikanan melalui PT. Samudera Indo Sejahtera atau SIS (dulu PT. Maritim Timur Jaya atau MTJ), sebagai kebangkitan ekonomi Kota Tual.


Tual, suaradamai.com – Kota Tual Provinsi Maluku berhasil melakukan ekspor perdana produk perikanan ke luar negeri, yakni Hongkong dan Singapura, melalui PT. Samudera Indo Sejahtera atau SIS (dulu PT. Maritim Timur Jaya atau MTJ).

Acara peluncuran ekspor perdana itu dilepas oleh Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan di Pelabuhan PT. SIS, Rabu (6/10/2021).

Wali Kota Tual Adam Rahayaan menyebut momentum tersebut sebagai kebangkitan ekonomi Kota Tual. Pasalnya sejak 1996, pemerintah bekerja sama dengan PT. MTJ (sekarang PT. SIS) memberikan dampak signifikan bagi perekonomian Tual dan Maluku Tenggara.

Namun pada tahun 2015, Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) saat itu Susi Pudjiastuti mencabut izin operasi PT. MTJ. Baru kali ini, perusahaan penangkapan ikan itu beroperasi kembali secara aktif di Tual dengan nama PT. SIS.

“Tual hari ini sudah bangkit kembali. Harapan dan doa, perwujudan dan komitmen konsistensi pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kota, Alhamdulilah hari ini (kegiatan ekspor) sudah bisa terwujud,” ujar Wali Kota Adam dalam sambutannya pada acara ekspor tersebut.

Pada kesempatan itu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan berharap, melalui kegiatan ekspor ini dapat meningkatkan perekonomian yang berkelanjutan.

Menko Luhut juga menyampaikan apresiasi kepada Tomy Winata, pemilik PT. SIS, karena telah berinvestasi di Tual.

“Terima kasih kepada Pa Tomy Winata dengan grupnya, yang telah investasi di sini. Saya tahu beliau ini sudah investasi lama, tapi karena satu lain hal, ini tidak jalan. Tapi sekarang kita mau bikin jalan,” ujar Menko Luhut.

Sebagaimana diberitakan kemarin, sesuai data Bea Cukai Tual, ada dua jenis komoditas yang diekspor dalam dokumen pemberitaan ekspor barang nomor 007 dan 008, yakni dried sea cucumber atau teripang kering dan life crab atau kepiting bakau hidup.

Adapun teripang kering sebanyak 110 kilogram dengan nilai USD1.320 atau Rp18.800.760 diekspor ke Hongkong. Kemudian kepiting hidup sebanyak 149 kilogram dengan nilai USD894 atau Rp12.733.242, diekspor ke Singapura.

Editor: Labes Remetwa


Baca juga:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

KOMENTAR TERBARU