Besok, 34 Klasis Ikut Persidangan MPL Ke-42 Sinode GPM Di Elat

Kegiatan tersebut akan diikuti 34 Klasis dalam kesatuan Wilayah Pelayanan GPM yang tersebar di Provinsi Maluku dan Maluku Utara.


Langgur, suaradamai.com – Pembukaan persidangan Majelis Pekerja Lengkap (MPL) Ke-42 Sinode Gereja Protestan Maluku (GPM) akan digelar di Gedung Putih Syalom, Elat Kecamatan Kei Besar, Maluku Tenggara, pada Minggu (31/10/21).

Kegiatan tersebut akan diikuti 34 Klasis dalam kesatuan Wilayah Pelayanan GPM yang tersebar di Provinsi Maluku dan Maluku Utara.

Pantauan jurnalis suaradamai.com, sejak Kamis (28/10/21) kedatangan MPH dan peserta Sidang MPL Ke 42 Sinode GPM telah tiba dan disambut oleh ketua Klasis, dan Pendeta-pendeta Jemaat serta Tokoh lintas agama di Kei Besar.

Ketua Panitia MPL ke-42 GMP, Petrus Beruatwarin yang dihubungi mengatakan, Persidangan MPL Sinode GPM merupakan proses evaluasi program dan merumuskan peran strategis GPM.

“MPL menjadi arah pertumbuhan untuk yang biasa kami sebut sebagai persekutuan orang percaya ,” ungkap Ketua Panitia yang juga Wakil Bupati Maluku Tenggara.

Selain itu, Beruatwarin mengatakan waktu pelaksanaan persidangan MPL akan berlangsung sejak 31 Oktober hingga 5 November 2021.

“Peserta sidang berjumlah 300 orang, MPH Klasis sembilan orang, peserta luar biasa tiga orang. Sedangkan untuk acara pembukaan diperkirakan seribu orang akan mengikuti acara tersebut,” ujar Beruatwarin.

Untuk panitia, kata dia, kami bagi menjadi 10 kegiatan seksi, termasuk dukungan media center dari sinode GPM. Selain itu dukungan penganggaran, kami terima dari pemerintah provinsi Maluku dan Pemerintah Daerah Maluku Tenggara.

Beruatwarin menjelaskan, peserta sidang MPL akan disebarkan pada rumah penduduk jemaat GMP, umat Muslim dan Katolik dalam wilayah Kei Besar.

“Mereka akan tinggal bersama jemaat Elat, jemaat Ngurdu, jemaat Rahareng Atas, jemaat Ohoinangan, jemaat Nabheng, jemaat Yantel dan Waurtahit. Selain itu juga ada yang tersebar di rumah penduduk muslim di Elat dan Ohoinangan dan juga di rumah penduduk katolik di Elat dan Wulurat,”pungkasnya.

Editor: Petter Letsoin


Baca juga:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

KOMENTAR TERBARU