Bupati Malra: FPMK Momentum Pengembangan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

Festival Pesona Meti Kei sudah digelar sebanyak lima kali. Pemkab Malra sempat menunda event kebanggaan masyarakat Maluku Tenggara itu pada tahun 2020 lalu akibat pandemi Covid-19.


Langgur, suaradamai.com – Bupati Maluku Tenggara Muhammad Thaher Hanubun menyebut agenda Festival Pesona Meti Kei (FPMK) sebagai momentum pengembangan ekonomi kreatif.

Hal tersebut dia sampaikan dalam acara Talkshow Harmoni Festival Pesona Meti Kei yang digelar secara daring melalui zoom meeting dan disiarkan langsung lewat kanal YouTube Visit Kei, Kamis (21/10/2021).

Menurut Bupati, perjuangan menjadikan FPMK sebagai event kelas nasional bahkan dunia telah melalui proses yang panjang. FPMK telah diselenggarakan sejak 2016 lalu, dan baru pada tahun ini event akbar pariwisata di Maluku Tenggara itu masuk dalam kalender pariwisata nasional, yakni Kharisma Event Nusantara (KEN).

“Momentum ini hendaknya dimaknai sebagai suatu wahana bagi kita untuk mengembangkan pariwisata dan ekonomi kreatif, sebagai pendukung sektor ekonomi dan meningkatkan pendapatan bagi pelaku dan pengelola pariwisata dan ekonomi kreatif serta mendorong investasi pariwisata di Malra,” ujar Bupati.

Festival Pesona Meti Kei sudah digelar sebanyak lima kali. Pemkab Malra sempat menunda event kebanggaan masyarakat Maluku Tenggara itu pada tahun 2020 lalu akibat pandemi Covid-19. Tahun ini Pemkab Malra menjadwalkan FPMK ke-5 ini selama sembilan hari, 21-29 Oktober.

Dalam rangkaian agenda, ada acara Talkshow Harmoni Festival Pesona Meti Kei, karnaval budaya, lomba layangan, futsal extreme, lomba dayung, hopping islands atau jelajah pulau-pulau, wer warat atau penangkapan ikan secara tradisional, dan Tour de Mollucas.

Bupati Thaher mengajak Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi Maluku, para narasumber, influencer serta masyarakat kepulauan Kei untuk mendukung dan berpartispasi, menyukseskan agenda besar itu.

Bupati harap, agenda FPMK selain sebagai sarana untuk mengenalkan budaya dan kekayaan alam Kepulauan Kei kepada dunia, juga sebagai upaya untuk semakin menumbuhkan rasa cinta orang Kei pada daerah dan kekayaan alam serta budayanya.

“Selain daripada itu, event ini juga diharapkan menjadi kesemapatan, guna tumbuh dan berkembangnya Pariwisata Kepulauan Kei sebagai destinasi unggulan nasional di wilayah Timur Indonesia,” pungkas Bupati.

Editor: Labes Remetwa


FPMK telah diselenggarakan sejak 2016 lalu, dan baru pada tahun ini event akbar pariwisata di Maluku Tenggara itu masuk dalam kalender pariwisata nasional, yakni Kharisma Event Nusantara (KEN).


Baca juga:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

KOMENTAR TERBARU