Daya Tarik Wisata Kopi Letvuan Bikin Jerry-Angeli dari Irlandia Ingin Kembali ke Kei

Tidak hanya menyaksikan keunikan tanaman Kopi Letvuan, keduanya juga mencicipi hasil seduhnya.


Langgur, suaradamai.com – Wisata Kebun Kopi Letvuan di Ohoi Letvuan, Kecamatan Hoat Sorbay, Kabupaten Maluku Tenggara (Malra), Maluku, menjadi daya tarik istimewa bagi Jerry dan Angeli dalam kunjungan perdana mereka ke Kepulauan Kei.

Pasangan suami-istri asal Irlandia itu merupakan peserta Sail to Indonesia 2025. Mereka memulai pelayaran dari Amerika, menyeberangi Samudera Pasifik ke Australia sebelum akhirnya tiba Indonesia. Maluku Tenggara menjadi pintu masuk mereka di Nusantara.

Setibanya di Kei, Jerry dan Angeli berkesempatan mengunjungi wisata Kebun Kopi Letvuan pada Selasa (22/7/2025).

“Saya sangat menyukai Kepulauan Kei. Kemarin kami ke perkebunan kopi. Satu tanaman kopi itu menghasilkan dua jenis biji kopi, yaitu Arabika dan Robusta. Menurut saya itu luar biasa. Karena hal itu tidak ada di tempat lain di dunia,” ujar Jerry kepada awak media di Pantai Ngiar Varat, Rabu (23/7/2025).

Tidak hanya menyaksikan keunikan tanaman Kopi Letvuan, keduanya juga mencicipi hasil seduhnya.

“Kami sudah mencicipi kopi itu. Rasanya kuat dan lembut,” tambah Jerry.

Setelah kunjugan ke Letvuan, Jerry dan Angeli sempat mengelilingi Kota Langgur. Mereka terpesona melihat Masjid dan Gereja yang berdampingan di Kompleks Pemda, seperti halnya Istiqlal dan Katedral di Jakarta.

“Setelah kami pulang, saya melihat Masjid besar dan di seberangnya ada Gereja. Dan itu mengingatkan saya pada dua jenis kopi yang tumbuh dengan bahagia dari satu cabang. Ini tidak terjadi di tempat lain. Jadi itu kesan pertama saya,” ujar Jerry.

Menurut Jerry, apa yang mereka temukan di Kei jauh melampaui ekspektasi awal.

“Ada banyak cinta di pulau ini. Begitu banyak rasa hormat. Dan semua orang sangat berupaya untuk membuatmu nyaman. Dan kami nyaman. Saya sangat merekomendasikan ini kepada siapapun yang mau mengunjungi,” ujar Jerry.

Pengalaman mereka dengan Kopi Letvuan, harmoni Masjid dan Gereja, serta keramahan masyarakat setempat, membuat pasangan ini memutuskan untuk menetap lebih lama di Kei.

“Kami akan menetap enam bulan di sini. Dan tentu kedepan akan kembali lagi. Karena kami harus mengecek kopi yang kami tanam. Ada nama kami di tanaman kopi itu,” ujar Jerry.

Angeli menggambarkan Kepulauan Kei sebagai tempat dengan “orang-orang yang luar biasa”. Sementara bagi suaminya, adalah tempat penuh “momen bahagia”.

Editor: Labes Remetwa


Bagikan:

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Populer

Artikel terkait

Lampaui Target 2025, Penumpang di PELNI Tembus 5,15 Juta Orang

Kepala Cabang Pelni Tual, Teguh Harisetiadi, menyampaikan bahwa realisasi...

Konflik di Ohoi Ngadi Berakhir, Wawali Tual: Tanpa Rasa Aman Pembangunan Tak Jalan

Tual, suaradamai.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Tual bersama para...

Sah! Ini 3 Calon Direktur Polikant Periode 2025-2029

Kabalmay mengatakan, proses tahapan penyaringan ini sesuai dengan mekanisme...

Bupati Kaidel: Panen Raya 2026 Jadi Motivasi Petani Aru Dukung Program Nasional

Bupati Kaidel mengatakan, panen raya ini menjadi momentum untuk...