Forkopimda Mediasi Sengketa Lahan Gardu PLN Di Tual

Ikuti suaradamai.com dispot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Walikota menjelaskan, langkah itu dilakukan karena telah ada putusan hukum yang kuat terkait status lahan gardu tersebut.


Tual, suaradamai.com – Menyikapi sengketa lahan gardu PLN di Tual, Forkopimda akhirnya memediasi PT PLN up3 Tual, dan keluarga Udin kabalmay di aula kantor Walikota Tual, Rabu (1/9/2021).

Dalam pertemuan tersebut walikota Tual Adam Rahayaan mengusulkan, agar dirinya bersama wawali dan sekda duduk bersama keluarga Udin kabalmay, bukan atas nama pemerintah kota Tual, namun secara pribadi, membahasa ganti rugi lahan.

“Mungkin saya melihat ini dari perspektif kebijakan. Ini mungkin akan ada pembicaraan khusus antara Pak Udin dan kami, tapi tidak dalam bentuk jual beli dan tidak bisa menggunakan standar NJOP,”jelas Walikota.

Walikota menjelaskan, langkah itu dilakukan karena telah ada putusan hukum yang kuat terkait status lahan gardu tersebut.

Jika saya melakukan hal tersebut atas nama pemerintah, kata Adam, akan dianggap salah. Jadi jika toh ada kebijakan itu bersifat pribadi, nanti kita lakukan dalam bentuk kekeluargaan, karena dari sisi hukum sudah selesai, saya kira.

Selain itu, Walikota menegaskan, kepentingan publik lebih utama, yang dilandasi dengan rasa fangnanan yang tinggi sebagai orang kei.

“Intinya walikota hanya ingin pelayanan kepada masyarakat dapat terus berjalan baik serta diharapkan ke depan tidak lagi ada insiden yang merugikan masyarakat seperti ini,” ujar Adam.

Usai pertemuan tersebut, Adam Rahayaan, Usman Tamnge, dan Ahmad Yani Renuat bersama keluarga Udin Kabalmay, melanjutkan pertemuan secara tertutup.

Editor: Petter Letsoin


Baca juga:

Ikuti suaradamai.com dispot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Ronald Tethool

Sosok inspiratif yang berhasil memajukan pariwisata Ngurbloat, Kepulauan Kei, Maluku.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

KOMENTAR TERBARU