Geledah Kantor Wali Kota Ambon KPK Sita Sejumlah Dokumen

Kedatangan tim penyidik menggunakan rompi KPK membuat situasi kantor berubah dengan sekejap, banyak pegawai lebih memilih menghindar.


Ambon,suaradamai.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah Kantor Walikota Ambon.

Penggeledahan dilakukan lembaga antirasuah ini, untuk pengembangan kasus dugaan suap pemberian izin pembangunan cabang ritel di Kota Ambon tahun 2020, melibatkan Walikota Ambon, Richard Louhenapessy, yang kini telah menjadi tahanan KPK.

Berdasarkan pantauan, tim penyidik KPK dikawal Anggota Brimob bersenjata, tiba di kantor Walikota Ambon pukul 11.00 WIT, selasa 17/05/2022), dengan menggunakan delapan mobil.

Kantor terletak di jalan sultan Hairun nomor 1 ini terlihat nampak sepi dan lengang, tidak seperti hari-hari biasanya. Hal ini tentu berdampak terhadap pelayanan publik,

Selain itu ada 12 lokasi tujuan penggeledahan oleh KPK, mulai dari ruang kerja Wali Kota, Sekretaris Kota Ambon, Kantor Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Pelayanan Pajak, dan Retribusi, Dinas Parawisata, Dinas Pekerja Umum, Dinas Pemadam Kebakaran, Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah, dan sejumlah OPD lainnya.

Dari hasil penggeledahan, tim penyidik KPK berhasil menyita senjumlah dokumen, yang diisi ke dalam koper bertukiskan KPK.

Tak hanya itu, sejumlah ruangan juga ikut disegel menggunakan kertas bertuliskan “DISEGEL”, disertakan logo KPK, dan tanda tangan penyidik KPK, yakni Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPTMSP), dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

Disela-sela penggeledahan oleh tim Penyidik KPK, nampak Kapolresta Pulau Ambon Pulau-pulau Lease, Kombes Arthur Lumongga terlihat keluar dari kantor Walikota. Saat hendak ditanya wartawan, Kapolresta enggan berkomentar.

Pukul 21.46 WIT Tim Penyidik KPK selesai melakukan penggeledahan, keluar dengan 5 koper berisikan berkas.

Pukul 21.50 WIT dengan menggunakan delapan mobil keluar dari halaman Kantor Wali Kota Ambon.


Baca juga:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

KOMENTAR TERBARU