Tual, suaradamai.com – Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan Kota Tual, Dominggus Kastanya, menjelaskan bahwa pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) merupakan bagian dari program Gerakan Pangan Murah Rekonsiliasi yang difokuskan di wilayah Kecamatan Dullah Utara. Hal ini disampaikannya usai pembukaan kegiatan Jumat (6/3/2026) di Desa Fiditan.
Menurutnya, program tersebut merupakan arahan langsung Wakil Wali Kota Tual sebagai langkah strategis pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga pangan sekaligus menekan laju inflasi.
“Kegiatan ini bertujuan menjawab kebutuhan masyarakat menjelang Idul Fitri, menekan inflasi daerah, serta membantu meningkatkan daya beli masyarakat melalui penyediaan bahan pangan dengan harga lebih terjangkau,” ujarnya.
Dominggus menyebutkan, pelaksanaan pasar murah ini ditargetkan mampu menjangkau sedikitnya 50 persen masyarakat di Kecamatan Dullah Utara.
Dalam kegiatan tersebut, pemerintah menyediakan sedikitnya 11 jenis komoditas pangan strategis, antara lain beras dua jenis, bawang merah, bawang putih, minyak goreng dua jenis, tepung terigu, gula pasir, cabai, tomat, serta sejumlah komoditas pertanian lainnya.
Untuk meringankan beban masyarakat, pemerintah memberikan subsidi harga sekitar Rp10.000 per komoditas atau berkisar 20 hingga 30 persen lebih murah dibandingkan harga pasaran.
Lebih lanjut, Dominggus mengungkapkan bahwa intervensi pemerintah melalui program Gerakan Pangan Murah juga berdampak terhadap penurunan angka inflasi di Kota Tual. Berdasarkan data terbaru, tingkat inflasi tercatat turun dari 7,9 persen pada Februari menjadi 6,7 persen pada Maret.
“Pemerintah terus berupaya menurunkan inflasi secara bertahap melalui berbagai program intervensi, salah satunya melalui Gerakan Pangan Murah,” katanya.
Ia menambahkan, program serupa sebelumnya telah dilaksanakan di wilayah Pulau Kur dan Kur Selatan. Selanjutnya, pemerintah daerah berencana menggelar kegiatan GPM di Kecamatan Tayando Tam pada pekan mendatang.
