AMBON — Menjelang Musyawarah Daerah (Musda) DPD Partai Demokrat Provinsi Maluku yang akan digelar 6‑7 November 2026, dinamika suksesi kepemimpinan di internal partai semakin terasa. Bupati Maluku Tenggara Muhammad Taher Hanubun diketahui mengintensifkan komunikasi dan konsolidasi politik bersama sejumlah fungsionaris DPD di Ambon, Minggu (1/11/2026).
Pertemuan berdurasi sekitar dua jam itu menjadi salah satu langkah Hanubun membangun jaringan dan menggalang dukungan menjelang pemilihan ketua periode baru. Sumber internal DPD Partai Demokrat Maluku menyatakan bahwa pertemuan tersebut merupakan bagian dari upaya mendekati para pemilik hak suara guna memperkuat posisinya.
“Hanubun sedang membangun komunikasi dengan pemilik hak suara untuk mendapatkan dukungan dalam Musda pekan depan,” ujar sumber yang enggan disebutkan namanya.
Hingga saat ini, ada tiga nama yang mencuat di bursa calon Ketua DPD Partai Demokrat Maluku, yaitu Halimun Saulatu, Muhammad Taher Hanubun, dan Asri Arman. Meski demikian, status pendaftaran resmi ketiganya belum dapat dipastikan dan masih harus mengikuti seluruh tahapan mekanisme pencalonan partai.
Berdasarkan pemetaan dukungan yang berkembang, Hanubun dikabarkan memperoleh dukungan dari DPD Demokrat Maluku serta sejumlah DPC, meliputi Maluku Tenggara, Kota Tual, Kota Ambon, Seram Bagian Timur, Buru Selatan, Kepulauan Tanimbar, dan Maluku Barat Daya. Jika dukungan DPD dihitung, jumlahnya mencapai delapan unsur pemilik suara.
Sementara itu, Halimun Saulatu dilaporkan mendapat dukungan dari DPC Maluku Tengah, Kabupaten Buru, dan Seram Bagian Barat. Posisi Asri Arman sendiri masih belum jelas; peluangnya untuk menjadi kandidat penuh belum dapat dipastikan oleh pihak internal.
Sumber itu menambahkan, apabila peta dukungan yang ada tidak berubah, Musda berpotensi mengarah ke musyawarah bahkan kemungkinan aklamasi terhadap salah satu kandidat. Namun hal itu hanya prediksi, mengingat situasi politik bisa berubah kapan saja.
“Politik itu sangat dinamis. Perkembangan bisa saja berubah sewaktu‑waktu. Kita lihat saja bagaimana komunikasi dan konsolidasi sampai pelaksanaan Musda nanti,” kata sumber tersebut.
Musda lima‑tahunan ini menjadi momentum penting untuk menentukan arah kepemimpinan dan memperkuat organisasi Partai Demokrat di wilayah Maluku. Hingga hari‑H, sikap para pemilik hak suara serta pergerakan antar‑kader akan menjadi faktor penentu siapa yang akan memimpin DPD Partai Demokrat Maluku ke depan.
PENULIS/PEWARTA: CHINTIA SAMANGUN
Klik DI SINI untuk ikuti VIDEO BERITA dari Kota Ambon










