Jeremy Labok dari SD Naskat Yos Sudarso 2 Dobo dan Andini Herwawan dari SD Kristen Gardakau mengharumkan nama Bumi Jar Garia di Festival Tunas Bahasa Ibu Nasional (FTBIN) 2026.
Dobo, suaradamai. com – Jeremy Labok dari SD Naskat Yos Sudarso 2 Dobo dan Andini Herwawan dari SD Kristen Gardakau mengharumkan nama Bumi Jar Garia di Festival Tunas Bahasa Ibu Nasional (FTBIN) 2026.
Keduanya berhasil membawa Kepulauan Aru menerima Penghargaan Revitalisasi Bahasa Daerah Tahun 2025 dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.
Hal ini tak dilepas dari perhatian, dukungan, dan komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aru dalam proses revitalisasi bahasa daerah di Aru.
Bermula dari keduanya mengikuti FTBI tingkat kabupaten, provinsi, dan selanjutnya dipilih ke tingkat nasional.
”Saya mengikuti FTBI dari tingkat kabupaten dengan judul Revitalisasi Bahasa Daerah. Saya mengikuti Revitalisasi Bahasa Daerah Tarangan Barat. Saya menunjukan bakat mendongeng dan mendaptkan juara 1. Kmudian saya melanjutkan ke tingkat provinsi. Saya pun dipilih mewakili provinsi Maluku untuk melanjutkan ke tingkat nasional,” ungkap Labok.
Herwawan juga mengungkapkan hal senada “Sebelumnya saya mengikuti tingkat kabupaten, membaca puisi dalam bahasa Manombai. Saya dikirim ke provinsi, begitu juga saya dipilih ke Jakarta.”
Labok dan Herwawan mengaku bangga bisa membawa bahasa daerah dari Aru untuk dikenal banyak orang.
Mereka mengajak generasi muda Aru untuk tidak malu menggunakan dan melestarikan bahasa daerah.
”Mari kita lestarikan bahasa daerah, bahasa Manombai, dan terus belajar untuk menghadapi Festival Tunas Bahasa Ibu di Tahun 2027,” ajak Herwawan.
”Jangan putus semangat dalam melestarikan bahasa daerah, karena bahasa daerah kita adalah bahasa yang sangat bagus. Kalau bahasa daerah orang lain bagus, bahasa daerah kita tidak kalah bagus. Jadi teman-teman ayo semangat untuk FTBI di tahun 2027,” tambah Labok.
Sementara itu, perwakilan guru pendamping, Agustinus Laklaka mengaku merasa bangga terhadap prestasi kedua anak yang mengharumkan nama Aru lewat bahasa Manombai dan Tarangan Barat.
”Mari katong lestarikan katong punya bahasa daerah agar bahasa ini jangan hilang,” ajaknya kepada masyarakat Kepulauan Aru.
Ia mengucapkan terimakasih kepada pemerintah daerah dan juga dinas pendidikan yang bersedia mendampingi kedua anak pada saat festival.
Bupati Kepulauan Aru, Timotius Kaidel juga hadir langsung mensupport kedua generasi emas Aru tersebut, sekaligus menerima penghargaan pada kegiatan pucak FTBIN 2026 yang berlangsung di Gedung Garuda, Pusat Pelatihan Sumber Daya Manusia Kemendikdasmen, Depok, Senin 25 Mei 2026.
Kepulauan Aru bersama 26 pemerintah daerah lainnya menerima penghargaan tersebut lantaran memberikan dukungan dalam pengembangan dan perlindungan bahasa dan sastra daerah melalui Program Revitalisasi Bahasa Daerah tahun 2025.
