Hanya disangga susunan kayu bulat tanpa pondasi permanen, jembatan ini menjadi satu-satunya akses warga menuju kampung-kampung pegunungan Moskona — dan kondisinya kian mengkhawatirkan.
Bintuni, suaradamai.com – Anggota Forum Anak Asli Tujuh Suku Peduli Otsus (Forapelo) Teluk Bintuni, Siprianus Yerkohok, mendesak Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Teluk Bintuni segera memperbaiki Jembatan Kali Biru di Distrik Masyeta yang kondisinya kini memprihatinkan.
Berdasarkan pantauan di lokasi, jembatan tersebut hanya terbuat dari susunan kayu bulat (log) dan papan kayu seadanya yang diletakkan di atas celah jalan, tanpa pondasi permanen seperti beton atau baja yang menopang struktur secara stabil.
Di sisi kanan lintasan, kayu-kayu penyusun jembatan terlihat berantakan dan saling menumpuk tidak teratur, meninggalkan lubang cukup besar yang memperlihatkan rongga di bawahnya. Sebagian batang kayu juga tampak lapuk, melengkung, dan bergeser dari posisi semula akibat usia.
Kondisi jalan di kedua ujung lintasan turut memprihatinkan. Permukaan jalan tanah bercampur kerikil dan batu lepas itu tergerus erosi, memperparah akses menuju jembatan.
Jembatan Kali Biru merupakan penghubung utama menuju Distrik Masyeta, Distrik Moskona Timur, dan Distrik Moskona Utara, termasuk sejumlah kampung di kawasan pegunungan Moskona.
Yerkohok, yang merupakan anak adat Distrik Masyeta, menilai perbaikan jembatan bukan sekadar kebutuhan teknis, melainkan cerminan langsung kinerja pemerintah daerah.
“Saya tegaskan suatu kesuksesan pemerintah adalah menjawab kebutuhan masyarakat,” ujar Yerkohok.
Ia berharap Dinas PUPR Kabupaten Teluk Bintuni segera turun tangan menangani kerusakan jembatan tersebut, mengingat perannya sebagai jalur akses satu-satunya bagi warga di beberapa distrik pegunungan.
Kondisi jembatan yang rusak dinilai berdampak langsung pada mobilitas warga, mulai dari akses layanan dasar hingga distribusi kebutuhan pokok ke kampung-kampung di wilayah pegunungan Moskona yang selama ini sudah tergolong sulit dijangkau.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas PUPR Kabupaten Teluk Bintuni belum memberikan tanggapan resmi terkait desakan tersebut.
Desakan perbaikan infrastruktur jalan dan jembatan kerap muncul dari warga di wilayah pegunungan Teluk Bintuni, mengingat kondisi geografis yang menantang dan minimnya alternatif jalur transportasi darat di kawasan tersebut.
Editor: Labes Remetwa
Klik DI SINI untuk ikuti VIDEO BERITA dari Kabupaten Teluk Bintuni







