Rabu, Februari 26, 2020
Beranda Lingkungan Kadis DLH: Butuh Kerjasama Banyak Pihak untuk Tangani Sampah di Malra

Kadis DLH: Butuh Kerjasama Banyak Pihak untuk Tangani Sampah di Malra

Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Maluku Tenggara melakukan sosialisasi sebanyak 42 kali pada tahun 2019. DLH juga mendorong regulasi tentang sampah sejak tahun 2017.

Langgur, suaradamai.com – Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara punya leading sector pembangunan ada dua, perikanan dan pariwisata. Namun penganganan sampah belum ada titik terang.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Maluku Tenggara, Alex Wiyono, mengatakan bahwa perikanan dan pariwisata sangat berhubungan erat dengan lingkungan. Ketiga hal ini tidak dapat dilepas-pisahkan, terutama dalam hal sampah.

Seperti yang ditulis Devri Maturbongs – Mahasiswa Seminari Tinggi Pineleng tentang Trash Hero Pulau Kei dalam opini suaradamai.com – bahwa dengan munculnya komunitas lingkungan, Trash Hero Pulau Kei, menunjukkan bahwa ada urgensi. Masalah sampah harus ditangani, atau lebih dari itu, pola membuang sampah pada tempatnya harus dibentuk dari sekarang.

Wiyono menambahkan bahwa pengelolaan sampah tidak hanya dapat dilaksanakan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Malra, butuh kerjasama lintas sektor, lebih-lebih adalah perlu kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya.

“Sampah ini kan bukan tanggungjawab pemerintah daerah saja, tetapi tanggungjawab semua orang, Pak. Berapa banyak pun petugas kebersihan tetapi kalo perilaku masyarakat membuang sampah di sembarangan tempat, pemerintah tidak akan mampu,” jelas Wiyono saat ditemui awak media ini di ruang kerjanya, (16/1/20).

Wiyono mencontohkan perilaku masyarakat. Ada dua kontener ditempatkan di pertigaan antara Jalan Pelita ke Kolser, dan ke arah Stadion Maren Langgur. Masyarakat tidak buang sampah di dalam kontener tetapi di luar. Kontener kemudian dipindahkan 20 meter ke tempat lain, tetapi masyarakat masih saja membuang sampah di tempat lama.

“Padahal di situ sudah ditulis, jangan membuang sampah di sini, buang di kontener yang sudah dipindahkan di depan Stadion (Maren),” tambah Wiyono.

Untuk menangani masalah sampah, DLH Malra sudah melakukan sosialisasi dan menyiapkan regulasi.

Sosialisasi lingkungan dan regulasi sampah

Ada 42 kali sosialisasi yang dilaksanakan oleh DLH Malra pada tahun 2019 bagi komunitas, sekolah, ohoi, organisasi wanita, dan gereja.

“Saya punya keyakinan merubah sedikit demi sedikit, tidak bisa sekaligus. Hari ini kami melaunching 2000 tumblr untuk anak sekolah nanti akan kelihatan lima tahun lagi,” jelas Wiyono.

“Sumbangan 1500 tumblr dari luar, Jakarta. Ini bagian dari proses pendidikan lingkungan supaya anak sekolah tidak lagi menggunakan air kemasan sekali pakai,” imbuhnya.

Walaupun telah melakukan secara langsung dan juga menyebarkan stiker, Wiyono menilai, sejauh ini masyarakat belum menyadari resiko bahaya sampah apabila tidak dikelola dengan baik. Meski begitu, pihaknya akan tetap melakukan sosialisasi, bahkan tanpa anggaran.

“Kami menyadari tugas poko dan fungsi, tanpa anggaran pun kami pergi (sosialisasi),” katanya.

Terkait regulasi, Wiyono mengaku, peraturan terkait penanganan sampah sudah didorong sejak tahun 2017 melalui Bagian Hukum Sekretariat Daerah Malra. Pernah dimasukkan juga dalam program legislasi daerah (prolegda) tahun 2019. Namun sampai hari ini belum tahu ujung pangkalnya.

Wiyono yakin dengan adanya peraturan daerah (perda) terkait penanganan sampah, dapat menyelesaikan masalah sampah di Kabupaten Maluku Tenggara.

“Itu salah satu payung hukum. Untuk penegakan perda itu kan ada instansi tersendiri yang menangani penegakan hukum, yaitu Satpol PP,” kata Wiyono.

Kerjasama lintas sektor

Menurut Wiyono, kerjasama lintas sektor juga merupakan faktor penting dalam menangani sampah. Ia pernah memberi masukan kepada Asisten II Setda Malra untuk rapat bersama instansi terkait membahas masalah sampah, namun belum ada kejelasan.

“Ini kan butuh sinergitas antar OPD,” katanya.

Terkait kebersihan Pasar Langgur, Wiyono menyoroti kinerja Pengelola Pasar, dalam hal ini Kepala Pasar Langgur Said Koedoeboen. Menurutnya, pengelola pasar selain bertugas menjaga keamanan, kenyamanan, dan menagih retribusi, juga punya peran penting dalam kebersihan pasar.

Setiap toko/kios di pasar harus menyiapkan tempat sampah sesuai dengan surat pernyataan yang sudah dibuat. Ini merupakan tugas pengelola pasar memastikan tempat sampah di toko/kios.

Selain itu, peran serta para kepala RT, kepala ohoi, sangat penting dalam melakukan sosialisasi terkait sampah. Sesuai permendes, anggaran ohoi boleh dipakai untuk pengelolaan lingkungan, termasuk sampah. (timred)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

ARTIKEL TERPOPULER

Tinjau Tes CPNS, Bupati Malra: Cerdas Tapi Harus Teliti

“Cerdas tapi harus teliti dan kosentrasi dengan soal-soal yang ada. Sandarkanlah diri pada Tuhan,” ujar Bupati Malra M. Thaher Hanubun.

Tahun 2021, Warga Ohoi Wermaf Miliki Rumah Layak Huni

Pemerintah Ohoi (Desa) Wermaf tidak tanggung-tanggung mengalokasikan anggaran jumbo untuk rehab rumah warga. Elat,...

Inilah Hasil SKD CPNS Malra, Hari Ketiga

111 orang dinyatakan memenuhi passing grade. Langgur, suaradamai.com –  Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) bagi Calon Pegawai Negeri Sipil  di lingkungan...

HUT Sekami Sedunia: Kerumunan yang Membawa Sukacita

Bupati Malra Muhammad Thaher Hanubun merasa bahagia layaknya seorang ayah yang disambut anak-anaknya di rumah usai pekerjaan yang melelahkan. Di balik itu,...

KOMENTAR TERBARU