Kadisperindag Tual: Harga dan Stok Barang di Pasar Masih Stabil

Data BPS bulan Mei dan Juni menunjukkan bahwa Kota Tual mengalami inflasi. Sementara bulan Juli mengalami deflasi.


Tual, suaradamai.com – Kota Tual pada bulan Mei dan Juni mengalami inflasi. Sementara bulan Juli mengalami deflasi. Meski demikian, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Tual Darnawati Amir memastikan harga dan stok barang di pasar masih stabil.

Untuk diketahui, dalam ekonomi, deflasi adalah suatu periode di mana harga-harga secara umum jatuh dan nilai uang bertambah. Deflasi adalah kebalikan dari inflasi. Bila inflasi terjadi akibat banyaknya jumlah uang yang beredar di masyarakat, maka deflasi terjadi karena kurangnya jumlah uang yang beredar.

Baca juga: Disperindag Tual Targetkan Pemanfaatan Sentra Industri di Fanil-Ngadi Tahun Depan

“Pemantauan harga itu setiap minggu kita lakukan. Jadi kita updating harga dan stok kebutuhan pokok dan kebutuhan barang strategis. Kebutuhan pokok itu biasa dikenal sembako. Kalau barang strategis itu misalnya semen, besi, tripleks dan sebagainya, termasuk juga BBM,” jelas Amir saat ditemui suaradamai.com di ruang kerjanya, Selasa (18/8/2020).

Amir mengatakan, pemantauan harga dan stok barang penting dilakukan untuk melakukan pengendalian harga dan ketahanan barang. Ketahanan barang dihitung berdasarkan jumlah penduduk dan konsumsi kebutuhan pokok per orang.

Baca juga: Perketat Pengawasan, Disperindag Tual Monitoring Harga Barang Tiap Minggu

Hasil pengawasan Disperindag Kota Tual, harga barang fluktuatif. Ada yang mengalami penurunan, ada yang peningkatan. Namun masih stabil. “Kenaikan (harga), misalnya dari Rp 20.000 naik jadi Rp 40.000, itu kita anggap tidak wajar. Tapi kalo misalnya naik Rp 1.000, Rp 2.000, itu masih wajar, karena mereka (pedagang) juga harus menutup biaya operasional,” kata Amir.

Pola panen perlu diatur

Amir menambahkan, yang dikhawatirkan saat ini adalah pola panen yang belum diatur dengan baik. Di masa pandemi Covid-19, banyak masyarakat mulai berkebun. Petani juga sudah mulai panen. Amir harap ada koordinasi dari dinas terkait untuk mengatur pola panen para petani di Tual. Dengan begitu, harga barang dapat dijaga.

“Sejak bulan lalu itu sudah mulai panen. Pola panen perlu diatur supaya jangan panen bersamaan. Kalo panen bersamaan, maka harga bisa jatuh. Kasihan petani. Misalnya, desa ini panen minggu ini, desa sana panen minggu depan. Itu harga kita bisa pertahankan. Tidak naik, tidak juga jatuh,” terang Amir.

Editor: Labes Remetwa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

ARTIKEL TERPOPULER

Tharob: Varietas Bawang Merah Tajuk Lebih Baik dan Cocok di Kei

Bawang merah varietas tajuk yang diproduksi di Kei memiliki ciri yang sama seperti di Nganjuk, Jawa Timur. Langgur, suaradamai.com...

Jalan Trans Pulau Kei Besar Resmi Jadi Proyek Prioritas Nasional

Selamat untuk seluruh masyarakat Maluku Tenggara. Kita tatap Maluku Tenggara yang lebih baik. Langgur/Jakarta, suaradamai.com – Kabar baik bagi...

Kerajinan Tangan Warga Ohoiren Perlu Inovasi

Kerajinan tangan lokal mulai mengalami kemunduran karena tidak ada inovasi. Langgur, suaradamai.com – Industri kreatif seperti kerajinan tangan...

Pemkot Tual Pulangkan 254 Pelaku Karantina: Terbanyak Mahasiswa

Wali Kota memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menasihati pelaku karantina yang sebagian besar adalah pelajar mahasiswa.

KOMENTAR TERBARU

error: Konten dilindungi !!
× Ada yang bisa dibantu?