Di Kepulauan Kei, menurut Rahajaan, belum banyak perhatian untuk mengembangkan wisata minat khusus.
Langgur, suaradamai.com – Ketua Polikant Diving Club (PDC) Jusron A. Rahajaan mengungkap satu potensi wisata yang belum tergarap baik di Kabupaten Maluku Tenggara dan Kota Tual. Menurut Rahajaan, potensi ini bisa menjadi pembeda bagi pariwisata Kepulauan Kei dengan daerah lain.
Adalah wisata ekstrem yang ia maksud. Rahajaan menyebutkan bahwa wisata seperti ini masuk dalam kategori wisata minat khusus. Wisata minat khusus merupakan sebuah bentuk kegiatan wisata yang disesuaikan dengan kepentingan khusus individu atau kelompok wisatawan.
Contoh wisata minat khusus adalah trekking, rafting (mengarungi sungai), diving (menyelam), hiking (mendaki gunung), dan lain sebagainya. Wisata yang dilakukan dengan obyek wisata tempat-tempat menantang. Biasanya memiliki medan yang berat.
Di Kepulauan Kei, menurut Rahajaan, belum banyak perhatian untuk mengembangkan wisata minat khusus. Sebut saja Pantai Ngurbloat, Pulau Baer, Pantai Difur, Pasir Timbul Ngurtavur, Kolam Pemandian Evu, Goa Hawang di Letvuan, semuanya menyajikan pelayanan yang serupa.
Bagi Jusron, Kepulauan Kei, yang tidak memiliki hasil tambang seperti emas dan lainnya, hanya memiliki sumber daya laut, sudah seharusnya lebih konsen menggali potensi pariwisata. Salah satu potensi yang sesuai dengan kondisi daerah adalah wisata selam.
Jusron menjelaskan, wisata selam memberikan pengalaman khusus bagi individu atau kelompok tertentu dalam mengeksplor keindahan alam bawah laut. Kepulauan Kei, menurut Jusron, memiliki banyak titik wisata ekstrem dan memberikan pengalaman yang ekstrem pula.
“Misalnya wisata selam di spot yang ekstrem, yang orang anggap seram. Tetapi di bawah ternyata indah karena ada hewan liar dan berbisa seperti olive sea snake (kobra laut). Itu menyenangkan bagi turis,” pungkas Jusron.
Editor: Labes Remetwa
Baca juga:





