Dari 14 kampung di Distrik Tuhiba, cuma ada satu operator kampung asli Papua — dan itu pun dirangkap oleh Ketua KNPI sendiri. Kini ia dorong pelatihan siskeudes agar makin banyak anak negeri bisa kerja di kampung sendiri.
Bintuni, suaradamai.com – Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Distrik Tuhiba, Kabupaten Teluk Bintuni, Desianus Ibori, menggelar rapat bersama kepala kampung untuk mempersiapkan pelatihan sistem keuangan desa (Siskeudes) yang direncanakan berlangsung dalam satu bulan ke depan.
“KNPI kita buat undangan untuk semua kepala kampung agar kita sampaikan maksud dan tujuan kegiatan ini, supaya mereka bisa ikut,” kata Ibori saat diwawancarai melalui sambungan telepon, Jumat (4/9/2026).
Pelatihan ini merupakan program kerja KNPI Distrik Tuhiba dan menjadi kegiatan terakhir di masa kepemimpinan Desianus Ibori, yang akan berakhir pada 2026.
Selain menjabat Ketua KNPI, Ibori juga bekerja sebagai operator kampung. Ia menyebut dirinya adalah satu-satunya operator kampung asli Papua di seluruh Distrik Tuhiba, dari total 14 kampung yang ada.
“Dari 14 kampung yang ada di Distrik Tuhiba, saya sendiri saja anak negeri dari Suku Sougb yang bisa kerja laporan kampung atau laporan desa. Hanya saya sendiri,” ujarnya.
Ia mengaku prihatin karena banyak kepala kampung mempekerjakan operator dari luar Papua, sementara banyak pemuda-pemudi orang asli Papua (OAP), khususnya suku Sougb, menganggur meski telah berkeluarga.
“Tujuan daripada saya masukkan kegiatan pelatihan siskeudes ini ke dalam program KNPI karena saya melihat itu,” kata Ibori.
Rencana pelatihan ini sebenarnya sudah dirancang sejak 2025, namun tertunda karena kendala anggaran dan waktu.
Tahun ini, KNPI Distrik Tuhiba kembali mendorong agar kegiatan tersebut terlaksana, dengan menggandeng dukungan pemerintah distrik dan pemerintah kampung.
Pemateri pelatihan rencananya didatangkan dari operator sistem keuangan desa Kabupaten Teluk Bintuni.
Ibori berharap pelatihan ini melahirkan operator kampung baru asal Distrik Tuhiba, sehingga operator OAP di distrik itu bertambah.
Distrik Tuhiba memiliki 14 kampung, terdiri atas lima kampung induk dan sembilan kampung persiapan pemekaran.
Rapat persiapan turut dihadiri Kepala Distrik Tuhiba, Lukas Iba, S.IP dan Ketua Panitia pelatihan, Maikel Iba, yang juga menjabat Kepala Kampung Kucir.
Ibori mengatakan respons kepala kampung, tokoh perempuan, dan tokoh agama terhadap rencana pelatihan ini positif.
Ia berharap, setelah pelatihan selesai, kepala-kepala kampung membuka ruang kerja bagi pemuda-pemudi asli Distrik Tuhiba yang memiliki potensi di bidang pengelolaan keuangan kampung.
“Orang tua kita telah mendirikan kampung, mendirikan distrik, tujuannya agar anak-anak negeri bisa bekerja. Sehingga saya ingin agar anak-anak asli bisa menjadi tuan di Negeri sendiri,” pungkas Ibori.
Editor: Labes Remetwa
Klik DI SINI untuk ikuti VIDEO BERITA dari Kabupaten Teluk Bintuni




