Kuliah gratis, tapi mampu menciptakan teknologi yang membantu nelayan. Itulah bukti nyata mahasiswa Politeknik Perikanan Negeri Tual yang menghadirkan Smart Rumpon tenaga surya, sekaligus mematahkan anggapan bahwa politeknik hanyalah pilihan kedua setelah universitas.
Langgur, suaradamai.com – Anggapan bahwa politeknik adalah pilihan kedua setelah universitas tampaknya perlu dikoreksi. Mahasiswa Politeknik Perikanan Negeri Tual (Polikant) membuktikan sebaliknya mereka tidak hanya kuliah tanpa biaya semester, tetapi juga mampu menciptakan teknologi inovatif yang bermanfaat langsung bagi masyarakat nelayan.
Melalui kegiatan Project Based Learning (PBL) yang berlangsung di Laboratorium Penangkapan Ikan, Jumat (26/6/2026), mahasiswa Polikant berhasil mengembangkan prototipe Smart Rumpon berbasis energi surya mandiri. Inovasi ini dirancang agar dapat beroperasi tanpa bergantung pada bahan bakar fosil, sekaligus meningkatkan efisiensi penangkapan ikan secara ramah lingkungan.
Wulandari Kelanit, mahasiswi Program Studi Manajemen Rekayasa Perikanan Tangkap (MRPT), mengatakan inovasi ini masih perlu dikembangkan lebih lanjut dengan dukungan pemerintah.
“Kedepannya kita bisa lebih tahu ini bermanfaat bagi nelayan sekitarnya, dan membuat orang-orang tahu rumpon ini bukan hanya yang tradisional, ada yang moderennya,” ujar Wulandari.
Rekan mahasiswinya, Meilsyahnda Lambiombir, menekankan pentingnya sosialisasi teknologi ini kepada nelayan setempat agar mereka dapat memanfaatkan Smart Rumpon secara optimal melalui pemahaman dan pelatihan yang memadai.
Soal biaya pendidikan, mahasiswa MRPT Thedi Yudung Djerwi menegaskan bahwa Polikant menjadi pilihan tepat karena tidak membebankan uang semester kepada mahasiswanya.
“Untuk adik-adik, saran dari kakak lebih baik memilih kampus politeknik karena seng bayar uang semester, ditanggung oleh pemerintah. Ada banyak pelajaran yang katong dapat di sini,” kata Thedi.
Meilsyahnda menambahkan, Polikant tidak hanya berfokus pada bidang perikanan, tetapi juga menawarkan beragam program studi lain.
“Adik-adik jangan lupa untuk mendaftarkan diri di Kampus Politeknik Perikanan Negeri Tual. Di kampus ini bukan hanya belajar tentang perikanan tetapi juga ada ilmu-ilmu lain. Di sini juga ada penangkapan, pengolahan, pembudidayaan, dan juga pariwisata,” katanya.
Pengembangan Smart Rumpon ini menjadi salah satu wujud nyata kontribusi mahasiswa Polikant dalam mendukung kemajuan sektor perikanan di wilayah Indonesia Timur. Para mahasiswa berharap inovasi tersebut segera diadopsi dan dikembangkan lebih luas oleh pemerintah daerah serta pemangku kepentingan terkait.
