Kunker di Teluk Bintuni, MRPB Bahas Perlindungan dan Pemberdayaan Perempuan Asli Papua

Dalam kunjungan kali ini, Pokja Perempuan MPRB menggelar pertemuan di Indayana Hotel Awarepi. Mereka menghadirkan narasumber dari tiga instansi Pemkab Teluk Bintuni.


Bintuni, suaradamai.com – Kelompok Kerja (Pokja) Perempuan Majelis Rakyat Papua (MRP) Provinsi Papua Barat melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Kabupaten Teluk Bintuni, Jumat (12/12/2025).

Kunker tersebut bertujuan untuk menggalang aspirasi dan isu strategis dari sejumlah organisasi perempuan di Tanah Sisar Matiti, serta mengecek sejauh mana pemanfaatan dana otonomi khusus (Otsus) untuk pemberdayaan perempuan asli Papua oleh pemerintah daerah.

Wakil Ketua II MRPB Fransina V. Hindom mengatakan, semua aspirasi dan isu-isu strategis itu kemudian ditampung guna menyusun Rencana Strategis (Renstra) Pokja Perempuan MRPB tentang perlindungan dan pemberdayaan perempuan asli Papua.

Dalam kunjungan kali ini, Pokja Perempuan MPRB menggelar pertemuan di Indayana Hotel Awarepi.

Mereka menghadirkan narasumber dari tiga instansi Pemkab Teluk Bintuni yakni Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak; Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UMKM; serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung.

“Kami merasa penting untuk menghadirkan beberapa dinas ini di hadapan masyarakat untuk bagaimana masyarakat ini mendengar secara langsung apa yang menjadi pekerjaan mereka terhadap masyarakat,” kata Hindom.

Sementara itu, Wakil Ketua Pokja Perempuan MRPB Theres F. Ateta menambahkan, pihaknya telah mengunjungi enam kabupaten lain di Papua Barat. Teluk Bintuni menjadi yang terakhir menutup rangkaian kunker dalam rangka menyusun Renstra Pokja Perempuan untuk tahun depan.

Selain itu, lanjut Ateta, pihaknya bakal menggelar rapat secara internal untuk menyusun rekomendasi kepada dinas terkait dalam rangka pemberdayaan perempuan asli Papua.

“Bukan hanya kami memberikan rekomendasi begitu saja, kami berusaha berkolaborasi, bekerja sama, supaya hasil yang tadi kita diskusi bersama bisa menyentuh ke pemberdayaan perempuan, terlebih khusus perempuan asli Papua,” tambah Ateta.

Editor: Labes Remetwa


Klik DI SINI untuk ikuti VIDEO BERITA dari Kabupaten Teluk Bintuni


Bagikan:

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Populer

Artikel terkait

Lampaui Target 2025, Penumpang di PELNI Tembus 5,15 Juta Orang

Kepala Cabang Pelni Tual, Teguh Harisetiadi, menyampaikan bahwa realisasi...

Konflik di Ohoi Ngadi Berakhir, Wawali Tual: Tanpa Rasa Aman Pembangunan Tak Jalan

Tual, suaradamai.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Tual bersama para...

Sah! Ini 3 Calon Direktur Polikant Periode 2025-2029

Kabalmay mengatakan, proses tahapan penyaringan ini sesuai dengan mekanisme...

Bupati Kaidel: Panen Raya 2026 Jadi Motivasi Petani Aru Dukung Program Nasional

Bupati Kaidel mengatakan, panen raya ini menjadi momentum untuk...