Jika dilihat dari keterwakilan wilayah Tanimbar Utara, maka Adolof Bormasa yang paling kental dan satu-satunya calon Bupati yang mewakili Tanimbar Utara Raya.
Tanimbar, Suaradamai.com – WAKTU semakin dekat menuju pesta demokrasi pemilihan umum kepala daerah serentak tahun 2024. Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) juga merupakan daerah yang akan melaksanakan pesta demokrasi ini. Dimana tepat tanggal 27 November 2024 mendatang, rakyat dari Negeri Duan Lolat, Negeri yang terkenal dengan budaya bakar batu-nya juga akan memilih pemimpin masa depan Tanimbar 5 tahun akan datang.
Tercatat sudah 5 pasangan calon (Paslon) yang resmi mendaftar dan berkasnya diterima oleh KPU. Ke-5 Paslon dimaksud adalah Adolof Bormasa-Hendrikus Serin (BARSIH BRO), Julianus Aboyaman Uwuratuw-Polikarpus Lalamafu (JUARA), Piterson Rangkoratat-Hendrik Jauhari Oratmangun (PROJO), Melkianus Sairdekut-Kelvin Keliduan (MANYALA KK) dan Ricky Jawerisa-Juliana Chatarina Ratuanak (BERSATU).
Ke-5 Paslon ini tentunya merupakan putra-putri terbaik yang dimiliki KKT. Tak pelak juga, ke-5 Paslon tersebut memiliki hubungan kekerabatan yang saling kait mengait.
Dari 5 Paslon ini, jika dilihat dari keterwakilan wilayah Tanimbar Utara, maka Adolof Bormasa yang paling kental dan satu-satunya calon Bupati yang mewakili Tanimbar Utara Raya. Hal ini diungkapkan salah satu Tokoh Tanimbar Utara, Ricky Laiyan.
Mengapa Adolof Bormasa dianggap sebagai satu-satunya calon yang memiliki kekentalan darah wilayah Tanimbar Utara Raya, karena Bormasa terlahir dari pasangan Orang Tua berdarah Desa Adodo, di Kecamatan Fordata dan dirinya juga lahir dan besar di Tanut Raya, sebelum akhirnya berkarier di Kepolisian Republik Indonesia.
“Memang benar ada Paslon yang wakilnya punya keturunan darah ayah dari Tanimbar Utara, ada juga yang lahir dan besar di Tanut Raya. Namun rasanya beda ketika calon Bupatinya adalah orang Tanut Raya asli,” tandas Laiyan.
Alasan mengapa hal ini harus diangkatnya tentang identitas calon bupati dari Tanimbar Utara Raya yang dijuluki Bumi Lelemuku, dikarenakan wilayah Tanimbar Utara ini tergolong wilayah terpencil, tertinggal dan miskin. Padahal secara geografis, Tanimbar Utara Raya merupakan beranda serta garda terdepan perbatasan Indonesia dengan negara tetangga Australia, Timor Leste dan Papua Nugini.
Dengan demikian, masyarakat di Tanimbar Utara Raya punya peranan paling penting untuk menyukseskan Pilkada KKT tahun ini. Dengan satu tekad dan berkomitmen untuk memilih pemimpin masa depan Tanimbar kali ini haruslah Putra Tanimbar Utara Raya asli. Karena yang paling mengerti dan memahami kondisi rakyat Tanimbar Utara adalah anak asli Tanimbar Utara.
“Kita tahu bagaimana usaha para tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, para pemuda-pemudi Tanut Raya dalam memperjuangkan pemekaran wilayah Tanimbar Utara Raya menjadi kabupaten baru,” kata dia.
Oleh sebab itu, tidak ada kata lain hanya sebuah komitmen bersama untuk Rakyat Tanimbar Utara memilih pemimpinnya sendiri. Dan hal itu hanya ada pada Paslon Adolof Bormasa-Hendrikus Serin.
“Pak Bormasa wakili Tanimbar Utara Raya dan Pak Serin wakili Tanimbar Selatan. Dua perkawinan Paslon ini sudah sangat tepat dan kemenangan didepan sudah nyata, hanya tinggal bagaimana maukah kira rakyat Tanimbar Utara Raya berkomitmen ataukah tidak. Jika kali ini kita rakyat terpecah, maka mimpi bersama untuk mewujudkan pemekaran Tanimbar Utara Raya hanyalah tinggal wacana dan wacana semata,” tegas Laiyan.
Editor: Labes Remetwa