Lanal Tual dan Pangkalan Penjaga Laut dan Pantai Tual Bersepakat untuk Berdamai

Berawal dari kisruh soal penumpang gelap yang diangkut KN. Kalawai tindak kekerasan di lapangan, hingga surat kaleng, akhirnya kedua pihak bersepakat untuk berdamai.


Langgur, suaradamai.com – Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Tual dan Pangkalan Penjaga Laut dan Pantai (PPLP) Kelas II Tual bersepakat untuk berdamai atas kejadian tindak kekerasan yang terjadi pada 7 Juni 2020 lalu di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Dumar.

Ketika itu salah satu oknum PPLP Tual bertindak di luar batas kewajaran. Tidak menerima perlakuannya, personil Lanal Tual melawan dan terjadi adu mulut.

Untuk diketahui, saat itu kedua pihak masuk dalam Satgas Angkutan Laut Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-10 Tual yang sama-sama menangani pelaku perjalanan yang menggunakan transportasi laut. Pemberontakan yang dilakukan oleh oknum PPLP Tual merupakan tanggapan atas informasi sesat alias HOAX tentang penumpang gelap diangkut KN.Kalawai – kapal milik PPLP.

Baca juga: Lanal Tual Timbang Kembali Tumpukan Sopi Sebelum Diserahkan kepada Ketua GTPP Covid-19 Tual

Berjalan kurang lebih empat bulan, masalah ini diangkat kembali padahal secara lisan kedua pihak sudah berdamai. Untuk memberikan kepastian adanya perdamaian dan sekaligus sebagai laporan kepada atasan dari pihak Lanal Tual, dilaksanakan penandatanganan Surat Perdamaian antara kedua unsur maritim itu pada Senin malam (5/10/2020).

Hadir dalam acara silaturahmi itu, dari Lanal Tual antara lain Pasintel Lanal Tual Budi Purwoto, Dandenpomal Tual Albert Levy Sihotang, dan Paur Polgi BK Lanal Tual Aco Karso. Sementara dari pihak PPLP Tual, Kepala Pangkalan PLP Kelas II Tual Harto, Kepala Urusan Tata Usaha PPLP Tual Eva Arifa, Kepala Seksi Operasi PPLP Tual M. Ali Ngabalin, dan Kapten. KN.P 364 Adjid Tamher.

Pada butir pertama Surat Perdamaian itu, kedua pihak bersepakat menyelesaikan permasalahan-permasalahan secara kekeluargaan. “Dengan dibuatnya Surat Perdamaian ini kedua belah pihak telah bersepakat bahwa permasalahan ini telah selesai dan tidak ada dendam antara kedua belah pihak yang berselisih,” demikian bunyi butir kedua Surat Perdamaian itu.

Kepala PPLP Kelas II Tual Harto mengatakan, persoalan ini merupakan kesalahpahaman yang dianggap biasa di lapangan. Dia harap sinergitas antara kedua pihak tetap terjalin dengan baik.

Baca juga: Isu Tentang 20 Penumpang Gelap Tumpangi KN. Kalawai Itu Tidak Benar

“Menurut kami kesalahpahaman dalam pelaksanaan tugas di lapangan itu sesuatu hal yang biasa. Kita sebagai manusia tidak luput daripada kekhilafan. Tapi kita tidak cari salah dan benar. Peristiwa sudah terjadi. Alhamdulilah di malam hari ini … kita sudah melakukan perjanjian perdamaian. Artinya, dalam perjanjian perdamaian membuktikan bahwa ada rasa tanggungjawab terhadap persitiwa yang terjadi. Saya rasa ini cukup baik, niat yang diprakarsai teman-teman dari Lanal ini,” ujar Harto. “Saya salam hormat kepada pimpinan Lanal. Dengan adanya kegiatan ini bisa membuat kita tambah sinergi,” pungkasnya.

Editor: Labes Remetwa


Kedua pihak bersepakat menyelesaikan permasalahan-permasalahan secara kekeluargaan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

KOMENTAR TERBARU