Selasa, Januari 19, 2021

Legislator Minta Bupati Tambahkan Bidang Perubahan Perilaku pada Satgas Covid-19

Menurut Fadly, persoalan di Maluku Tenggara saat ini ada pada perilaku masyarakat yang tidak taat protokol kesehatan.


Langgur, suaradamai.com – Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Maluku Tenggara Benedict Fadly Rejaan meminta Bupati menambahkan bidang perubahan perilaku pada SK Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Malra.

Menurutnya, hal ini penting karena masalah pencegahan dan penanganan Covid-19 di Kabupaten Maluku Tenggara sebenarnya ada pada perilaku masyarakat yang tidak taat protokol kesehatan.

“Ketika (pasien) positif banyak, kemudian ada korban meninggal, kita – seperti tadi yang disampaikan Ibu dokter – kita mulai careless (tidak peduli) dengan kondisi, secara umum,” kata Fadly menjelaskan kondisi Maluku Tenggara saat ini.

Dalam RDP antara Komisi II dengan Dinas Kesehatan, Direktur RSUD Malra dan Dokter Spesialis Paru RSUD Malra di ruang rapat Komisi II, Kamis (7/1/2021) itu, Fadly membandingkan kondisi yang ada di Maluku Tenggara dengan Kota Ambon. Selama berada di Ambon – sejak tanggal 22 Desember 2020 sampai 3 Januari 2021 – dia melihat perbedaan yang sangat signifikan dengan kondisi di Malra.

“Saya keluar lorong, itu ada pos tentara. Jadi setiap orang yang keluar, dimarahi. Masuk juga harus pake masker. Hampir setiap lorong, pagar-pagarnya dikunci dan kemudian imbauan (banyak). Suasananya sama seperti kondisi awal-awal kita,” katanya mencontohkan.

Sementara di Maluku Tenggara, menurut Fadly trend menggunakan masker, posko-posko di setiap kampung sebelum ada Covid-19, sampai tempat cucian di depan rumah, sudah mulai hilang.

“Di tempat lain (kasus) naik, dan kemudian (penanganan) konstan. Tetapi di Maluku Tenggara tidak … Perilaku kita justru drop (turun),” terangnya.

Untuk itu, Politisi Partai Perindo itu harap ada bidang pada Satgas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten Maluku Tenggara yang fokus menangani perilaku masyarakat di kondisi pandemi saat ini.

“Ada bidang (perubahan perilaku) ini secara nasional. Saya harap, kalau regulasinya ada, disarankan supaya ini (bidang perubahan perilaku) ini ada. Karena masalah kita di sini,” paparnya.

Editor: Labes Remetwa


Menurut Fadly, masalah pencegahan dan penanganan Covid-19 di Kabupaten Maluku Tenggara sebenarnya ada pada perilaku masyarakat yang tidak taat protokol kesehatan.


Baca juga:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

ARTIKEL TERPOPULER

Tharob: Varietas Bawang Merah Tajuk Lebih Baik dan Cocok di Kei

Bawang merah varietas tajuk yang diproduksi di Kei memiliki ciri yang sama seperti di Nganjuk, Jawa Timur. Langgur, suaradamai.com...

Jalan Trans Pulau Kei Besar Resmi Jadi Proyek Prioritas Nasional

Selamat untuk seluruh masyarakat Maluku Tenggara. Kita tatap Maluku Tenggara yang lebih baik. Langgur/Jakarta, suaradamai.com – Kabar baik bagi...

Kerajinan Tangan Warga Ohoiren Perlu Inovasi

Kerajinan tangan lokal mulai mengalami kemunduran karena tidak ada inovasi. Langgur, suaradamai.com – Industri kreatif seperti kerajinan tangan...

Pemkot Tual Pulangkan 254 Pelaku Karantina: Terbanyak Mahasiswa

Wali Kota memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menasihati pelaku karantina yang sebagian besar adalah pelajar mahasiswa.

KOMENTAR TERBARU

× Ada yang bisa dibantu?