“Diharapkan UKT ini bisa menambah daya kemampuan belanja [PSDKU Aru]. Sehingga bisa mengurangi hibah dari pemerintah daerah,” ujar Liembers.
Bintuni, suaradamai.com – Anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Aru Andreas Liembers, mendorong Universitas Pattimura (Unpatti) Program Studi di Luar Kampus (PSDKU) Aru agar lebih mandiri.
Hal itu ia sampaikan dalam rapat kerja bersama Bupati Timotius Kaidel, dan Rektor Unpatti Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, di Ruang Sidang Sementara Gedung Kesenian Sitakena Dobo, Selasa (29/4/2025).
PSDKU Aru, bagi Liembers, sudah harus mandiri karena tengah berproses menjadi universitas. Selain itu, adanya efisiensi anggaran, memaksakan PSDKU Aru mengelola anggaran dengan efisien.
“Karena itu berharap pengelolaan keuangan di PSDKU lewat hibah tolong dipikirkan, dicermati, dan dikelola dengan secermat mungkin dan seefisien mungkin,” ujar Liembers.
Liembers berharap, perkembangan PSDKU dari tahun ke tahun jadi lebih baik. Sebab tren anggaran hibah yang digelontorkan mengalami penurunan.
Dana hibah dari Pemkab Aru kepada PSDKU Aru sempat menyentuh angka Rp10 miliar. Namun, saat ini mengalami penurunan.
“Kenapa [harus mandiri]? Karena kita juga sudah ada penerimaan mahasiswa dan pembayaran melalui UKT. Diharapkan UKT ini bisa menambah daya kemampuan belanja [PSDKU Aru]. Sehingga bisa mengurangi hibah dari pemerintah daerah,” imbuh Liembers.
Sementara itu, Rektor Unpatti Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy mengaku, sejak dilantik pada Februari 2024, ia telah melakukan reformasi dan penataan secara baik, transparan, efektif, dan efisien terkait mekanisme pengelolaan akademik maupun keuangan yang berbasis pada peningkatan akreditasi.
“Kebijakan dan program yang kami lakukan adalah membuka secara transparan setiap problematik pengembangan perguruan tinggi yang kita alami saat ini. Sehingga kita dapat menemukan jalan keluar yang baik,” jelas Leiwakabessy.
Editor: Labes Remetwa





