Maryadat Guncang Maluku Tenggara

Mendekati Stadion Maren, gelombang masa kian membesar. Parade unjuk kekuatan itu tidak hanya menggetarkan, tetapi mengguncang Maluku Tenggara. Selama perjalanan, masa pendukung memekikan “satu putaran”.


Langgur, suaradamai.com – Awan hitam menyelimuti langit Maluku Tenggara. Hujan turun tapi malu-malu. Sebab di atas Bumi Larvul Ngabal, puluhan ribu manusia berbaris di jalanan utama, bahkan lorong-lorong dalam Kota Langgur, Ibu Kota Kabupaten Maluku Tenggara.

Mereka berarak dari Langgur ke Stadion Maren, mengantarkan Pasangan Calon Bupati – Wakil Bupati Maluku Tenggara Nomor Urut 1 Martinus Sergius Ulukyanan dan Ahmad Yani Rahawarin (MSU-AYR), dalam agenda kampanye akbar, Kamis (21/11/2024).

Bagai tsunami, pendukung Pasangan Calon Martinus-Yani Anak Adat atau Maryadat itu menyapu warga yang berdiri di sepanjang jalan.

Mendekati Stadion Maren, gelombang masa kian membesar. Parade unjuk kekuatan itu tidak hanya menggetarkan, tetapi mengguncang Maluku Tenggara. Selama perjalanan, masa pendukung memekikan “satu putaran”.

Pekikan itu seakan lebih nyaring dari bunyi orchestra drum band SMA Seminari St. Yudas Thadeus Langgur dan SMK Siwa Lima St. Yosep Langgur yang ikut mengiringi konvoi.

“Pilkada Maluku Tenggara selesai. Maryadat bungkus,” pekik ibu-ibu selama perjalanan. “Bapak/Ibu pegawai ikut sudah,” teriak mereka kepada para pegawai yang berdiri di pinggir jalan.

Perjalanan panjang itu tiba di depan gerbang Stadion Maren. Butuh waktu lebih dari setengah jam agar seluruh pendukung bisa masuk ke dalam. Mereka berdiri, berdesak-desakan di bawah panggung, di dalam tenda-tenda. Ada juga di tribun-tribun stadion.

Berbagai penampilan apik dipersembahkan oleh kelompok-kelompok pendukung Paslon Maryadat. Salah satunya adalah Algenza. Kelompok Pemuda Langgur ini tidak henti-henti membakar semangat masa.

“Sabar dolo bos, fuei!” demikian salah satu yel-yel yang diteriakan. “Menang, menang, menang. Kalah!” tambah mereka menyindir Paslon lain.

Masa pendukung makin heboh kala para juru kampanye (Jurkam) menyampaikan orasi politik. Secara bergiliran, sejumlah orang menunjukkan kekesalan dan bahkan kemarahan terhadap pemerintahan lima tahun sebelumnya. Ada yang naik ke atas panggung, dan ada juga yang berteriak dari bawah panggung.

Tidak jarang aksi mereka membuat para orator berhenti sejenak untuk mendengar apa yang mereka teriakan. Secara berturut-turut orasi politik hari itu disampaikan oleh mantan birokrat Mochtar Ingratubun, mantan Anggota DPRD Malra Thomas Ulukyanan, mantan anggota DPRD Malra Polly Tapotubun, mantan Wakil Bupati Malra Yunus Serang, dan mantan Bupati Malra Anderias Rentanubun.

Selain itu, para pimpinan delapan partai politik pengusul dan satu partai pendukung juga menyampaikan alasan memberikan dukungan kepada Paslon Maryadat.

Kemudian orasi pamungkas dari Paslon Bupati-Wakil Bupati Martinus Sergius Ulukyanan dan Ahmad Yani Rahawarin.

Kampanye akbar itu ditutup dengan upacara “vil fa’ob” sebagai tanda pemulihan terhadap martabat perempuan Kei. Para orator hingga tokoh-tokoh dan pimpinan partai politik memakaikan sarung kepada perwakilan perempuan suku Kei dari 11 kecamatan dan perempuan suku lain yang berdomisili di Kei.

Editor: Labes Remetwa


Bagikan:

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Populer

Artikel terkait

Inovasi Yogurt Anggur Laut dan VCO Hasil PBL Bioteknologi Perikanan Polikant di Ngilngof

“Terutama untuk Desa Ngilngof sebagai tempat wisata. Ketika wisatawan...

Lampaui Target 2025, Penumpang di PELNI Tembus 5,15 Juta Orang

Kepala Cabang Pelni Tual, Teguh Harisetiadi, menyampaikan bahwa realisasi...

Konflik di Ohoi Ngadi Berakhir, Wawali Tual: Tanpa Rasa Aman Pembangunan Tak Jalan

Tual, suaradamai.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Tual bersama para...

Sah! Ini 3 Calon Direktur Polikant Periode 2025-2029

Kabalmay mengatakan, proses tahapan penyaringan ini sesuai dengan mekanisme...