Masyarakat Negeri Luhu dan Iha-Kulur Dukung Penertiban Tambang Cinabar

Batu cinabar merupakan salah satu jenis batuan mineral yang dapat menghasilkan jenis logam merkuri. Penambangan di Gunung Batu Tambaga, Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) secara tidak terkontrol, sangat berbahaya bagi kesehatan dan keselamatan warga sekitar.


Piru, suaradamai.com – Masyarakat Negeri Luhu dan Iha-Kulur, Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), menyatakan sikap mendukung penertiban Tambang Cinabar di Gunung Batu Tambaga.

Dukungan itu disampaikan dalam acara Focus Group Discussion (FGD) tentang Bahaya Lingkungan dan Kesehatan dari Aktivitas Penambangan Batu Cinabar secara ilegal. Grup Diskusi Terfokus itu dilakukan di Luhu pada Rabu (23/2/2022) dan Iha-Kulur pada Kamis (24/2/2022), di  Aula Kantor Desa masing-masing negeri.

FGD menghadirkan Adam Lattupono, pemateri utusan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB). Adam menjelaskan, batu cinabar merupakan salah satu jenis batuan mineral yang dapat menghasilkan jenis logam merkuri. Logam merkuri memiliki rumus kimia HgS yaitu merkuri II sulfida.

“Logam tersebut berbahaya bagi lingkungan maupun mahluk hidup sekitar, termasuk manusia,” kata Adam.

Sebab itu, lanjut Adam, dilakukan FGD tersebut untuk menegaskan kepada masyarakat akan bahaya aktivitas penambangan batu cinabar secara tidak terkontrol atau ilegal.

“Ini sosialisasi kepada para penambang yang berada di lokasi tambang untuk mengetahui tentang bahaya yang akan ditimbulkan oleh mineral batu cinabar (logam merkuri). Sehingga masyarakat bisa sadar terhadap bahaya yang akan ditimbulkan,” jelas Adam.

Untuk diketahui, isi deklarasi bersama tersebut berbunyi: kami warga Desa Luhu/Iha dengan ini menyatakan sikap mendukung kebijakan pemerintah dalam menertibkan tambang batu cinabar dan menolak pengolahan batu cinabar menjadi mercury di daerah tambang demi kesehatan dan keselamatan anak cucu kami.

Di Luhu, kegiatan tersebut dihadiri oleh Pejabat Desa Luhu Abd. Gani Kaliky beserta staf dan perangkat desa, Kapolsek Huamual  yang diwakili oleh   Bripka R. Sousery, serta masyarakat dan para penambang yang berjumlah kurang lebih 50 orang.

Sedangkan di Iha, dihadiri oleh Raja Negeri Iha Upu Zein Syaiful Latukaisupy beserta saniri, perangkat pemerintah desa Iha dan Kulur, PS. Kapolsek Huamual Iptu M. Jayadi, serta masyarakat dan para penambang yang berjumlah kurang lebih 50 orang.

Editor: Labes Remetwa


Baca juga:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

KOMENTAR TERBARU