Mengenang Dedikasi Pemuda Ngilngof Lindungi Dua Misionaris Dari Kekejaman Tentara Jepang

Kedua pastor itu disembunyikan oleh sekelompok pemuda Mebut Wadel Kampung Ngilngof, paskah tragedi 30 Juli 1942, dimana Mgr. Johanis Aerts dkk dibantai tentara Jepang.


Langgur, suaradamai.com – Setiap tanggal 14 September, selalu diperingati warga Ngilngof, sebagai apresiasi jasa perjuangan dalam mempertahankan iman katolik dari kekejaman tentara Dai Nipon Jepang.

Hari itu, tahun 1942, seluruh laki laki Ngilngof diinterogasi oleh komandan tentara Jepang di kampung Namar sedangkan mama mama, dan anak anak serta orang tua lanjut usia dikumpulkan di kediaman pastor. Tubuh mereka disengat matahari angkuh sejak pagi.

Mereka diminta, dipaksa, diancam mati untuk memberitahu persembunyian Pastor dr. Karolus Bedaux dan Pastor Antonius van Lith. Namun tetap saja mereka tidak memberitahu keberadaan dua imam tersebut.

Kedua pastor itu disembunyikan oleh sekelompok pemuda Mebut Wadel Kampung Ngilngof, paskah tragedi 30 Juli 1942, dimana Mgr. Johanis Aerts dkk dibantai tentara Jepang.

Tuan Bedaux dijemput di Namar dan disembunyikan di Elwew dan Seran doknain dekat Ngilngof. Merasa tidak aman, mereka berpindah menuju kampung Somlain, untuk selanjutnya ke Tanimbar Kei bersama tuan Van Lit. Lagu ” Sebegitu Bulan Terang” dan Doa “Salam Maria” mengiring perjalanan itu.

Bermaksud melanjutkan perjalanan menuju Australia, tersiar kabar akan terjadi pembantaian dan kehancuran kampung Ngilngof.

Walau demikian, para pemuda itu tetap bersikukuh dan siap dikorbankan demi iman yang mereka yakini teguh, namun kedua pastor dengan penuh iklas memutuskan untuk menyerahkan diri ke tangan Jepang, setelah berhari hari melewati hutan, menyusuri pantai, menyebrangi lautan, dan menghadapi mata mata jepang.

“Lebih baik kami jadi korban daripada mengorbankan jiwa ratusan umat,” Begitu ucapan Mereka.

Sebelum masuk kampung Ngilngof, para pemuda pemberani itu mendapat sekramen tobat oleh kedua  imam di Vat Turut Dos.

Di Ngilngof, Ke dua Pastor disambut tentara Jepang yang bengis. Mereka disiksa, dihantam, dipukul tanpa ampun layaknya binatang.

Atas doa dan cinta yang kuat serta air mata ketulusan umat Ngilngof, Pastor Bedaux dan vat Lith tidak jadi dibunuh tentara Jepang. Mereka kembali sebagai pemenang.

           _Ngilngof Yang Terberkati_

(Sumber: Risalah kisah Heroik Penyelamatan 2 orang Misionaris oleh Pemuda Ngilngof dari kekejaman tentara Dai Nipon).

Editor: Petter Letsoin


Baca juga:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

KOMENTAR TERBARU