Wakili Provinsi Maluku, Ngilngof Masuk 50 Besar Desa Wisata Terbaik Indonesia

Selain lomba Desa Wisata Terbaik, Ngilngof juga ikut dua lomba tingkat nasional, yakni Desa Wisata Award dan Anugerah Pesona Indonesia.


Langgur, suaradamai.com – Desa Wisata Ngilngof, Kecamatan Manyeuw, Kabupaten Maluku Tenggara masuk 50 besar Desa Wisata Terbaik Indonesia.

Hal ini diumumkan langsung Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI Sandiaga Uno melalui akun YouTube Kemenparekraf, Senin (23/8/2021).

Ohoi (Desa) Ngilngof mampu bersaing dengan 1.831 peserta dari 34 Provinsi di Nusantara. Desa yang memiliki pantai pasir terhalus di dunia itu melalui berbagai tahapan seleksi, mulai dari kurasi dari dewan kurator terhadap 7 kategori penilaian hingga klasifikasi desa wisata dan kelengkapan data.

“Mulai dari proses kurasi menjadi 300 besar desa wisata, lalu dikerucutkan menjadi 100 besar, hingga terpilih 50 desa wisata terbaik desa wisata Indonesia bangkit,” ujar Menteri Sandi dalam video berdurasi 4 menit 56 detik itu.

Sandi harap, para pemenang menjadikan capaian ini sebagai motivasi untuk terus mengembangkan desa wisata yang berkualitas dan berkelanjutan untuk Indonesia Bangkit.

Tahap penilaian masih terus berlanjut. Menteri Sandi mengatakan bahwa pihaknya bersama dewan juri akan mendatangi satu per satu 50 desa wisata itu dalam rangka melakukan penilaian secara langsung.

Dengan capaian ini, Ohoi Ngilngof dan 49 desa wisata lainnya masuk dalam platform jadesta.com. Platform ini akan dijadikan sebagai wadah dan arah dalam penyusunan rencana pengembangan desa-desa wisata di seluruh Indonesia oleh Kemenparekraf sebagai simbol kebangkitan ekonomi nasional.

Doa, kerja keras, kerja sama

Ketua Pengelola Destinasi Wisata Ngurbloat Ronald Tethool bersyukur atas capaian ini. Bagi dia, semua ini bisa terjadi hanya karena kemurahan Tuhan. Pria yang dikenal sebagai pendoa itu mengaku sejak awal sudah menyerahkan proses ini kepada Tuhan.

“Saya tahu secara manusiawi itu cukup sulit karena banyak desa sangat bagus. Tetapi puji Tuhan hari ini kita Desa Ngilngof bisa sejajar dengan desa-desa di Jawa dan Bali,” ujar Ronald kepada Suara Damai melalui telepon.

Ronald menambahkan, ini bukan hasil dari sebuah proses yang biasa. Pihaknya pun bekerja sama dan berkolaborasi dengan berbagai pihak, seperti dari Badan Promosi Pariwisata Daerah dan Dinas Pariwisata Malra.

Ronald menambahkan, Ngilngof akan terus membenahi berbagai hal, mulai dari SDM hingga tata kelola pengembangan wisata. Dia yakin, Ngilngof sangat siap menuju pariwisata kelas dunia.

Selain lomba ini, Ngilngof juga ikut dua lomba tingkat nasional, yakni Desa Wisata Award dan Anugerah Pesona Indonesia. Ronald menjelaskan, Ngilngof masuk finalis tiga besar untuk kategori desa berbasis digital. Sementara itu Ngilngof juga masuk 10 besar Anugerah Pesona Indonesia.

Dia harap, Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara dan Pemerintah Provinsi Maluku terus bersinergi membangun sarana prasarana, pemberdayaan, peningkatan sumber daya manusia, agar Ohoi Ngilngof benar-benar menjadi sentra kebangkitan pariwisata di Malra.

“Kita sangat berharap masyarakat untuk tetap semangat, kuat dalam doa, menjaga cinta kasih, hubungan baik, kerja sama untuk kita membangun pariwisata di Ohoi Ngilngof ini,” ujar Ronald.

Editor: Labes Remetwa


Pihak Kemenparkeraf dan dewan juri akan mendatangi satu per satu 50 desa wisata itu dalam rangka melakukan penilaian secara langsung.


Baca juga:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

KOMENTAR TERBARU