Mulai 2 Februari, Pemkot Tual Larang Adanya Kerumunan Masyarakat

Ikuti suaradamai.com dispot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Larangan tersebut tertuang dalam maklumat Wali Kota Tual nomor 300/001 tertanggal 2 Februari 2023.


Tual, suaradamai.com – Pemerintah Kota Tual, Provinsi Maluku, melarang adanya kerumunan masyarakat di atas pukul 21.00 WIT.

Larangan tersebut tertuang dalam maklumat Wali Kota Tual nomor 300/001 tertanggal 2 Februari 2023.

Wali Kota Tual Adam Rahayaan mengeluarkan maklumat dimaksud menyusul konflik sosial yang terjadi di Bumi Maren.

Ia menegaskan bahwa maklumat itu bertujuan menjaga stabilitas dan meredam konflik sosial antar warga; menciptakan keamanan dan kedamaian daerah; menghormati hak dan kepentingan umum; menciptakan keharmonisan dan kerukunan antar masyarakat atas dasar falsafah ain ni ain (kekeluargaan).

Adapun maklumat yang ditandatangani Wali Kota itu berisi empat poin penting yang wajib menjadi perhatian seluruh masyarakat, yaitu:

  1. Setiap tokoh adat, agama, dan masyarakat, agar memberikan pembinaan serta menenangkan masyarakat di lingkungannya dalam rangka menjaga keamanan dan kedamaian.
  2. Masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh pemberitaan yang tidak benar (Hoax).
  3. Mulai tanggal 2 Februari 2023 pukul 21.00 WIT, akan diberlakukan jam malam dengan ketentuan sebagai berikut:
    1. Tidak diperbolehkan adanya kerumunan masyarakat pada lingkungan dan jalan-jalan utama.
    1. Tidak diperkenankan oknum masyarakat membawa senjata tajam/alat tajam jenis apapun di tempat umum.
  4. Akan dilakukan inspeksi mendadak (sidak) dan tindakan tegas oleh aparat keamanan terhadap pelanggar isi maklumat ini.

Editor: Labes Remetwa


Baca juga:

Ikuti suaradamai.com dispot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Ronald Tethool

Sosok inspiratif yang berhasil memajukan pariwisata Ngurbloat, Kepulauan Kei, Maluku.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

KOMENTAR TERBARU