Lebih jauh, warga melaporkan bahwa dalam aksinya, Jomima Orno kerap mengaku memiliki hubungan dekat dengan aparat penegak hukum untuk menakuti korban.
Ambon, suaradamai.com – Seorang oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas di RSUD Ambon, Jomima Orno, diduga terlibat dalam penyebaran informasi bohong terkait dugaan kasus perdagangan anak di Bali. Informasi tersebut dinilai tidak berdasar dan mencemarkan nama baik dua warga, Silas Leha dan Imelda Unawekla.
Berdasarkan laporan masyarakat, tindakan serupa bukan kali pertama dilakukan oleh oknum tersebut. Ia disebut beberapa kali terlibat dalam penyebaran fitnah hingga melakukan dugaan penipuan di Jakarta dengan berbagai modus.
Lebih jauh, warga melaporkan bahwa dalam aksinya, Jomima Orno kerap mengaku memiliki hubungan dekat dengan aparat penegak hukum untuk menakuti korban.
“Ini bukan soal pribadi, tapi soal citra institusi. Dia ASN, tapi tidak pernah menjalankan tugas di RSUD Ambon dengan benar. Hidupnya di Jakarta dengan cara menipu dan memfitnah orang. Ini merusak nama baik ASN, kejaksaan, dan juga dinas kesehatan,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya, Senin (20/10/2025).
Selain itu, Jomima Orno diduga melakukan aksinya bersama seorang pria bernama Kim Devits Marcus, yang menurut informasi masyarakat juga tengah dalam pengawasan aparat hukum. Keduanya disebut memiliki pola tindakan yang terstruktur dan berulang, hingga menimbulkan keresahan di kalangan warga yang merasa dirugikan.
Pihak pelapor berharap agar kejaksaan serta Pemerintah Provinsi Maluku, khususnya Dinas Kesehatan dan Direktur RSUD Ambon, dapat segera mengambil langkah tegas terhadap dugaan pelanggaran tersebut.
“Kami minta seluruh penegak hukum serius menangani kasus ini, jangan sampai ada korban berikutnya. Ini harus dihentikan,” tambah sumber tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak RSUD Ambon, Dinas Kesehatan Maluku, maupun Kejaksaan terkait laporan dugaan tersebut.
