Pariwisata Ngurbloat Melejit dan Dampaknya bagi Kepulauan Kei

Ikuti suaradamai.com dispot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Pendapatan meningkat, jumlah homestay dan kios wisata bertambah, usaha barang dan jasa lain seperti laundry (jasa cuci pakaian), sewa alat snorkeling, sewa speed boat, penjualan air galon, jasa cleaning service, dan rental motorpun tumbuh subur.


Langgur, suaradamai.com – “Gelombang wisatawan (yang mengunjungi Ngurbloat) hari ini tidak bisa dibendung,” ungkap Ketua Badan Pengelola Desa Wisata Ngilngof, Ronald Tethool, membuka diskusi bersama sejumlah awak media, tentang perkembangan pariwisata Ngurbloat dan dampaknya bagi Kepulauan Kei.

Sambil menikmati suasana sore di tepi Pantai Ngurbloat, sejumlah awak media berdiskusi santai dengan Ronald, pada Minggu (5/11/2023). Mulanya wartawan bertanya tentang dampak pariwisata Ngurbloat bagi penduduk Ngilngof. Kemudian bagi masyarakat Kepulauan Kei secara keseluruhan.

Ronald pun bercerita. Bagi dia, Ngurbloat bukan hanya milik orang Ngilngof, tetapi merupakan aset dan kebanggaan orang Kei, Maluku. 

Keunggulan Ngurbloat sebagai destinasi wisata yang memiliki pasir terhalus di dunia, menjadi daya tarik tersendiri. Ngurbloat sejatinya merupakan pintu masuk pariwisata di Kepulauan Kei.

Lalu bagaimana perkembangan Pantai Ngurbloat hari ini?

Pj. Kepala Ohoi/Desa Ngilngof Andreas Resubun (kanan) dan Ketua Badan Pengelola Destinasi Wisata Ngurbloat Ronald Tethool (kiri), Minggu (25/9/2022). Foto: Labes Remetwa
Pj. Kepala Ohoi/Desa Ngilngof Andreas Resubun (kanan) dan Ketua Badan Pengelola Destinasi Wisata Ngurbloat Ronald Tethool (kiri), Minggu (25/9/2022). Foto: Labes Remetwa

Perkembangan Pantai Ngurbloat 

Ketika menjabat sebagai Ketua Badan Pengelola Desa Wisata Ngilngof dan Ketua Badan Pengelola Destinasi Wisata Ngurbloat pada Februari 2020, Ronald Tethool menghadapi tantangan yang serius, pandemi Covid-19. Ia harus menutup sementara akses wisata dari luar untuk mencegah penyebaran virus.

Kendati demikian, di tengah kondisi tersebut, Ngurbloat pelan-pelan membenahi diri. Bekerja sama dengan Pemerintah Ohoi Ngilngof, Badan Pengelola menyusun master plan sampai membuat program-program inovasi. Sehingga hasilnya hari ini terjadi perkembangan yang signifikan.

Bekerja sama dengan Pemerintah Ohoi Ngilngof, selama rentang waktu 2020 sampai sekarang, Ronald dan kawan-kawan sudah membangun pintu masuk Pantai Ngurbloat yang modern, bundaran, taman, termasuk pengadaan Wi-Fi gratis di sejumlah titik sepanjang kawasan Ngurbloat. Pemerintah Ohoi Ngilngof juga membantu perbaikan toilet-toilet dan pondok-pondok wisata. 

Dari Februari 2020 sampai November 2023 ini, kios wisata di Pantai Ngurbloat bertambah menjadi 87 kios dari sebelumnya 70 kios. Jumlah penginapan/homestay di kawasan Ngurbloat maupun di dalam kampung Ngilngof dari hanya 20 kamar, naik lebih dari tiga kali lipat menjadi 67 kamar. 

Selain itu, mulai banyak usaha yang dikembangankan. Usaha sewa sped boat, sewa alat snorkeling, penjualan air galon, jasa cleaning service, jasa cuci pakaian atau laundry, dan rental motor mulai menjamur di Ohoi Ngilngof.

Dalam dua tahun terkahir, jumlah wisatawan pun meningkat pesat. Kunjungan tersebut didominasi wisatawan lokal. Meski demikian, jumlah wisatawan domestik dan mancanegara tidak kalah banyak.

Total wisatawan yang berkunjung ke Ngurbloat pada tahun 2021 sebanyak 92.028 pengunjung. Naik menjadi 124.422 pengunjung pada tahun 2022, atau bertambah sebanyak 32.394 pengunjung.

Ronald membeberkan, peningkatan jumlah kunjungan ini berpengaruh signifikan terhadap jumlah pendapatan.

“Tahun lalu (2022) itu kita hampir mencapai Rp1 miliar. Memang target kita Rp500 juta per tahun. Itu baru pendapatan di karcis masuk. Kita belum hitung pendapatan dari para pelaku usaha,” ungkap Ronald.

Ketua Badan Pengelola Wisata Ngurbloat Ronald Tethool (kiri) bersama staf Pelni Tual, mengantar turis asing dari kapal pesiar MV. Le Laperouse menuju Pantai Ngurbloat, Jumat (13/102023). Foto: Dokpri
Ketua Badan Pengelola Wisata Ngurbloat Ronald Tethool (kiri) bersama staf Pelni Tual, mengantar turis asing dari kapal pesiar MV. Le Laperouse menuju Pantai Ngurbloat, Jumat (13/102023). Foto: Dokpri

Dampak Ngurbloat bagi Kepulauan Kei

Istilah “Ngilngof yang Terberkati” hari ini tidak saja dimaknai oleh orang Ngilngof sebagai berkat turun atas kampung dan masyarakatnya. Tetapi, bagaimana Ngilngof bisa menjadi berkat bagi orang lain, bagi Kepulauan Kei.

Memiliki potensi pariwisata yang luarbiasa, Ronald berharap, keberadaan Ngurbloat menjadi berkat bagi pariwisata di Kepulauan Kei dan Maluku. 

Ronald yakin, semakin banyak orang yang datang di Ngurbloat, berdampak positif bagi destinasi wisata lain di Kabupaten Maluku Tenggara dan Kota Tual. Sebab, pihaknya tidak hanya mempromosikan Ngurbloat. Semua wisatawan yang datang di Ngurbloat, pengelola juga mengajak mereka mengunjungi tempat wisata lain di Kepulauan Kei.

Jika dilihat dari sisi pendapatan, pariwisata Ngurbloat tidak hanya berdampak bagi masyarakat Ngilngof. Banyak orang turut merasakan dampak tersebut.

Setiap orang yang datang dan tinggal di homestay, membutuhkan makan dan minum. Suplai bahan makanan seperti sayur, ikan, ayam, beras, dan lain-lain diambil dari pasar.

“Itu baru penginapan, belum lagi Cafe-Cafe,” cetus Ronald.

Belum lagi, 87 kios wisata. Setiap saat membutuhkan bahan baku pisang dan ubi-ubian. Semua itu juga dibeli di pasar.

Kebutuhan bahan makanan dan minuman untuk homestay, cafe, dan kios wisata di Ngurbloat, sudah berkontribusi bagi pendapatan para petani, nelayan, dan pelaku usaha lainnya, di Kepulauan Kei.

Dampak lain juga dirasakan oleh para supir bus dan mobil rental. Bahkan salah satu supir yang sering mengantar tamu ke Ngurbloat, mengakui pendapatannya meningkat 2-3 kali lebih besar dari sebelumnya.

“Di Ngilngof mobil rental cuma 3 atau 4, jadi tidak cukup. Akhirnya yang di Tual semua, kita kerjasamakan,” ungkap Ronald.

Selain itu, Badan Pengelola dan Pemerintah Ohoi Ngilngof, setiap bulan menyetor retribusi ke Pemkab Malra sebagai Pendapatan Asli Daerah (PAD). Ini merupakan wujud komitmen Ngurbloat untuk membangun daerah.

Penyetoran retribusi ke Pemkab Malra transparan. Sebab, Ngurbloat menggunakan aplikasi smart register dalam penagihan karcis. Dari situ semua transaksi juga dapat diketahui oleh masyarakat karena berlaku real time.

“Pada saat transaksi pembayaran di pintu masuk, itu kami tahu, Pemda juga tahu,” ungkap Ronald. “Setoran ke PAD setiap bulan Rp2-3 juta. Bisa lebih kalau ada iven. (Total sejak kerja sama pada Agustus 2020) sudah mau masuk ratusan juta,” ungkap Ronald.

Editor: Labes Remetwa


Ikuti suaradamai.com dispot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Ronald Tethool

Sosok inspiratif yang berhasil memajukan pariwisata Ngurbloat, Kepulauan Kei, Maluku.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

KOMENTAR TERBARU