Rabu, September 30, 2020
Beranda Budaya Pasal 2 Hukum Larvul Ngabal: Lelad Ain fo Mahiling

Pasal 2 Hukum Larvul Ngabal: Lelad Ain fo Mahiling

Pasal 2 Hukum Larvul Ngabal Lelad Ain fo Mahiling dijelaskan dari aspek etimologis, tindakan dan filosofis.


Pembahasan tentang hukum adat Larvul Ngabal telah disajikan cukup banyak penulis/ pemerhati. Kali ini kami berupaya menyajikan dari aspek etimologis, tindakan dan filosofis.

Dituturkan bahwa Larvul enturat, Ngabal enadung. Turat berasal dari kata Tur artinya tunjuk, Turat artinya petunjuk. Adung artinya melarang. Jadi Larvul memberikan petunjuk, Ngabal meletakan larangan-larangan.

Sebuah petunjuk biasanya tidak mengandung sanksi, melainkan mengandung konsekuensi. Sebuah larangan pasti mengandung sanksi. Larvul dan Ngabal bukan lagi hukum yang terpisah, melainkan sebuah kesatuan yang mengandung petunjuk dan larangan-larangan.

Pasal 2: Lelad Ain fo Mahiling

Lelad Ain fo Mahiling dapat diuraikan sebagai berikut. Lelad berasal dari kata Lel dan akhiran ad. Lel artinya leher. Akhiran ad menunjuk pada milik (kita). Lelad artinya leher kita. Ain artinya satu. Mahiling artinya luhur/mulia. Jadi Lelad Ain fo Mahiling artinya leher kita satu dan mulia.

Mengapa leher itu luhur atau mulia? Leher menghubungkan dua bagian tubuh yang penting yaitu kepala dan badan. Leher merupakan saluran kehidupan yang hakiki. Melalui leher, makanan dan udara masuk ke dalam tubuh untuk menunjang kehidupan seseorang.

Baca juga: Pasal 1 Hukum Larvul Ngabal: Ud Entauk Vunad

Diktum lelad ain fo mahiling lahir dari fakta bahwa pada zaman dahulu, manusia dapat saja memenggal leher manusia lain (musuh) dengan maksud memutus saluran kehidupan (membunuh). Diktum ini mau menegaskan bahwa leher sebagai saluran kehidupan bukan untuk dipenggal, melainkan harus diluhurkan. Memenggal leher berarti telah mencederai hakikat penciptaan.

Leher juga diibaratkan sebagai perantara pimpinan dengan anggota. Ketika leher diputus, maka pimpinan tidak dapat berhubungan dengan anggota. Dalam struktur kelembagaan adat di kei, Rat adalah pimpinan, perangkat-perangkatnya adalah perantara. Rat berhubungan dengan balrayat melalui perangkatnya. Perangkat rat ini memikul fungsi dan peran yang luhur demi kesejahteraan dan ketenteraman hidup seluruh balrayat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

ARTIKEL TERPOPULER

Pemkot Tual Pulangkan 254 Pelaku Karantina: Terbanyak Mahasiswa

Wali Kota memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menasihati pelaku karantina yang sebagian besar adalah pelajar mahasiswa.

Pengukuhan Rat Merohoinean Berlangsung “Maryadat”

Sebelum prosesi pengukuhan, tetua adat melakukan ritual pembersihan dan penyucian dalam tiga ritual berbeda.

Kerajinan Tangan Warga Ohoiren Perlu Inovasi

Kerajinan tangan lokal mulai mengalami kemunduran karena tidak ada inovasi. Langgur, suaradamai.com – Industri kreatif seperti kerajinan tangan...

Tahun 2021, Warga Ohoi Wermaf Miliki Rumah Layak Huni

Pemerintah Ohoi (Desa) Wermaf tidak tanggung-tanggung mengalokasikan anggaran jumbo untuk rehab rumah warga. Elat,...

KOMENTAR TERBARU