PDIP Maluku Gelar Rakor Fraksi, Benhur Watubun: Kita Harus Tampil Berbeda

Rakor ini menjadi langkah awal PDIP Maluku dalam menyiapkan strategi politik menghadapi berbagai tantangan sosial dan ekonomi yang dihadapi masyarakat daerah,…


Ambon, Suaradamai.com – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Provinsi Maluku menggelar rapat koordinasi (rakor) fraksi se-Maluku di salah satu Hotel di Kota Ambon, Ahad, (1/6/2025). Rakor dengan tema “Terus Berjuang untuk Maluku yang Sejahtera” ini dihadiri oleh jajaran pengurus pusat dan daerah, termasuk Ketua DPP PDIP Bidang Kehormatan Partai, Komarudin Watubun, dan Ketua DPD PDIP Maluku, Benhur G. Watubun, serta seluruh anggota legislatif fraksi PDIP dari DPR RI, DPRD Provinsi, hingga DPRD kabupaten/kota se-Maluku.

Kegiatan ini bertepatan dengan peringatan Hari Lahir Pancasila dan dimaknai sebagai upaya penguatan ideologi partai sekaligus konsolidasi politik. Dalam sambutannya, Benhur menekankan pentingnya seluruh kader partai menjaga serta mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Pancasila menjadi dasar konservasi bagi perjuangan kita sekaligus penuntun arah gerakan politik. Ideologi kita adalah Pancasila, dan Pancasila yang kita pegang adalah Pancasila 1 Juni 1945,” kata Benhur.

Menuju Sikap Politik yang Jelas

Benhur menegaskan bahwa rapat ini tidak hanya sebagai forum koordinasi teknis, tetapi juga sebagai momen penting untuk merumuskan sikap politik partai ke depan. Ia menyoroti berbagai persoalan nasional yang belum terselesaikan dan dampaknya yang dirasakan hingga ke tingkat daerah.

“Banyak kebijakan dari pusat tidak memiliki arah implementasi yang jelas di bawah. Karena itu, kita harus mampu menggagas solusi dari persoalan yang terjadi di daerah,” ujar Benhur.

PDIP Harus Mengambil Peran Aktif

Benhur mengingatkan kepada seluruh fraksi PDIP harus mengambil peran aktif dalam memperjuangkan kebijakan yang berpihak pada rakyat. “Tugas kita bukan sekadar mengamankan kebijakan pusat, tapi juga mengkolaborasikan seluruh kepentingan di tingkat pemerintahan,” ucapnya.

Menjadi Penjaga Pemerintahan yang Berbeda

Benhur menyebut peran PDIP sebagai penjaga pemerintahan harus diiringi dengan langkah konkret dan sesuai dengan arahan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri. Namun, ia menegaskan bahwa partai tetap harus menyuarakan kritik konstruktif terhadap kebijakan pemerintah yang tidak berpihak kepada rakyat.

“Kita tidak bisa hanya menjadi bagian dari proses formal yang sekadar mengamini keputusan. Kita harus tampil berbeda, mengambil peran politis, bahkan menghasilkan produk politik yang lebih progresif dan berpihak,” kata Benhur.

Rakor ini menjadi langkah awal PDIP Maluku dalam menyiapkan strategi politik menghadapi berbagai tantangan sosial dan ekonomi yang dihadapi masyarakat daerah, sekaligus mempertegas komitmen ideologis partai di tengah dinamika nasional.


Bagikan:

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Populer

Artikel terkait

WFA Segera Diterapkan Pemkab Aru, Tingkatkan Efisiensi-Kurangi Biaya Operasional

Sistem WFA memungkinkan pegawai untuk bekerja 3 hari di...

Bupati Kaidel: Musyawarah Adat Solusi Konflik Perbatasan Desa

Dobo, suaradamai.com - Bupati Kepulauan Aru, Timotius Kaidel, memimpin...

Polikant Raih Predikat Baik Sekali Simkatmawa 2025, Wadir III: ke Depan Harus Unggul

Ia berharap, karena Polikant hari ini telah mencapai predikat...

Inovasi Yogurt Anggur Laut dan VCO Hasil PBL Bioteknologi Perikanan Polikant di Ngilngof

“Terutama untuk Desa Ngilngof sebagai tempat wisata. Ketika wisatawan...