Ketua Panitia dari Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Maluku, Marly Lewerissa, mengapresiasi peran Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru yang telah memfasilitasi kegiatan pelatihan ini.
Dobo, suaradamai.com – Pelatihan Peningkatan Kapasitas Pengurus Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Kepulauan Aru, berlangsung pada 26-28 November 2025 di Kafe Gospel, Dobo.
Pelatihan ini digelar dengan sorotan tema ‘SDM dan Talenta Unggul, Menuju Indonesia Emas 2025’.
Pelatihan diikuti pengurus KDKMP dan para kepala desa yang tersebar di 10 kecamatan di Kepulauan Aru.
Ketua Panitia dari Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Provinsi Maluku, Marly Lewerissa, mengapresiasi peran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Aru yang telah memfasilitasi kegiatan pelatihan tersebut.
“Kami dari pemerintah Provinsi Maluku, mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru yang sudah memfasilitasi kegiatan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Pengurus KDKMP, sehingga kegiatan yang dilaksanakan di sini selama tiga hari, boleh berjalan dengan lancar dan sukses,” ucap Lewerissa saat ditemui Suaradamai.com di Kafe Gospel, Dobo, Jumat (28/11/2025).
Ia mengharapkan dampak yang baik dari kegiatan pelatihan ini bagi pengurus KDKMP.
“Intinya, kami sangat mengharapkan melalui kegiatan ini bapak/ibu pengurus Kopdes Kelurahan Merah Putih dapat meningkatkan kemampuan mereka dalam mengelola data dan keuangan,” ucap Lewerissa.
Terutama kata Lewerissa, yang terkait dengan Sistem Informasi dan Manejemen Koperasi Desa/Kelurahan atau Simkopdes sangatlah penting.
“Karena aplikasi Simkopdes ini kan digital, supaya ke depannya nanti, pengurus dapat mengelola operasional koperasi secara digital,” terangnya.
Ia menyadari bahwa pelatihan yang dilaksanakan mungkin masih minim, namun pihaknya berharap, pelatihan ini dapat membekali pengurus, sehingga dapat dipraktikkan langsung di lapangan.
Apalagi kata Lewerissa, banyak sekali materi yang telah diberikan oleh para pemateri yang juga berasal dari Dinas Koperasi Kepulauan Aru, tentunya dengan kompetensi mereka.
“Semoga bapak/ibu pengurus dapat memahami dengan benar bagaimana menjalankan operasional koperasi ke depan dengan menggunakan teknologi digital yang ada,” harapnya.
Ditanya soal apakah pelatihan ini akan berlanjut, Lewerissa mengatakan, pihaknya telah menerima informasi dari pemerintah pusat bahwa di tahun 2026 akan diadakan kegiatan serupa.
“Tapi dikhususkan untuk pengawas. Kalau yang ini kan dikhususkan untuk pengurus, tapi tahun depan nanti khususkan untuk pengawas desa. Pasti muatannya juga beda, materi-materinya juga beda,” jelasnya.
Sehingga kata Lewerissa, akan ada keberlanjutan dari kegiatan pelatihan ini yang memungkinkan untuk dibarengi dengan evaluasi pelatihan di tahun ini.
Ia berharap, di tahun mendatang, ada alokasi anggaran yang cukup dari pemerintah pusat untuk melaksanakan kegiatan pelatihan langsung di kecamatan, agar mempermudah para pengurus yang terkendala mengikuti pelatihan di pusat kota.
Terutama di daerah yang medannya sulit ditempuh, seperti di Kepulauan Aru yang juga terbatas akibat kondisi geografis kepulauan.
“Jadi dengan adanya alokasi anggaran yang memadai, mungkin kami langsung bisa turun langsung ke kecamatan. Sehingga pengurus-pengurus yang tidak berkesempatan hadir di pusat kota bisa hadir. Tentunya untuk menerima bekal dalam mengurus koperasi,” Tutup Lewerissa.
Sebagai informasi, kegiatan pelatihan ini telah dimulai sejak Rabu (26/11/2024) dan ditutup secara resmi oleh Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kepulauan Aru, Primus Boby Let-Let, Jumat (28/11/2025).
Klik DI SINI untuk ikuti VIDEO BERITA dari Kabupaten Kepulauan Aru







