Pembangunan Rumah Guru dan Listrik, Beruatwarin: Kado Natal untuk Kei Besar

“Dari 100 persen harapan masyarakat Kei Besar, 80 persen sudah mengobati rasa sakit yang selama ini bertahun-tahun diderita,” kata Bram.


Langgur, suaradamai.com – Anggota DPRD Kabupaten Maluku Tenggara Abraham Beruatwarin, menganggap pembangunan rumah guru dan listrik desa merupakan kado Natal bagi masyarakat di Pulau Kei Besar.

Legislator Dapil II Kei Besar yang fokus pada pendidikan dan kesehatan itu, mengapresiasi pemerintah daerah karena telah memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat lewat berbagai program, terutama di bidang penerangan dan pendidikan.

“Dari 100 persen harapan masyarakat Kei Besar, 80 persen sudah mengobati rasa sakit yang selama ini bertahun-tahun diderita,” kata Bram, sapaan Abraham.

Khusus di bidang pendidikan, menurut Bram, pembangunan 20 unit rumah guru di Kei Besar dalam tahun ini sangat berdampak positif bagi kemajuan dunia pendidikan di pulau tersebut.

Sebab, menurut dia, rumah guru merupakan kebutuhan yang sangat prioritas dan mendesak bagi tenaga pengajar di sana. Sejak dilantik menjadi anggota DPRD, politisi Partai Gerindra itu dalam berbagai kunjungan kerja maupun reses, selalu mendapat keluhan soal tempat tinggal para guru.

“Kendala terbesar di dunia pendidikan, yaitu apabila guru tidak nyaman, akan berpengaruh pada kualitas pendidikan,” kata Bram.

Karena itu, Ia menilai, pembangunan 20 unit rumah guru di tahun ini sangat baik. Dia harap, tahun depan juga ada pembangunan serupa sehingga pendidikan di Kei Besar lebih maju.

Listrik di Kei Besar Utara Timur

Bram menilai, pembangunan kelistrikan di Kei Besar sangat baik dan cukup pesat. Sebagian besar ohoi di pulau tersebut sudah teraliri listrik. Di Kecamatan Kei Besar Utara Timur (Kebut), misalnya. Dari 30 ohoi, tersisa 12 ohoi yang belum teraliri listrik. Sesuai target, enam dari 12 ohoi itu sudah harus dilistriki tahun ini.

Namun, sambung Bram, pembangunan kelistrikan di Kebut terkendala bukan karena dari pemerintah daerah atau pihak PLN. Persoalan lahan dan tanaman milik warga merupakan hambatan utama. Jika tidak ada masalah itu, kata Bram, pemerintah daerah dan PLN pasti sudah mengalirkan listrik ke enam ohoi sesuai target tahun ini.

“Mestinya penebangan pohon dilakukan oleh pemerintah ohoi, dengan cara melakukan pendekatan persuasif dengan pemilik lahan dan tanaman. Namun ini tidak dilakukan sehingga menjadi hambatan,” ungkap Bram.

Untuk itu, sebagai anggota Legislatif dari wilayah Kei Besar, Bram akan terus mendorong dan melakukan pendekatan dengan pemilik lahan dan pemilik tanaman untuk menyelesaikan masalah ini. Bukan hanya sekadar bicara, hal itu sudah Ia buktikan sebelumnya. Di tahun 2020, Bram menjadi inisiator menuntaskan masalah serupa di Ohoi Ohoifau. Akhirnya litsrik bisa dialirkan di ohoi-ohoi lain.

“Ini akan terus kami lakukan, sampai di Ohoi Soin (ujung Kei Besar Utara Timur),” kata Bram. “Kami berharap tahun 2022, sudah bisa menyelesaikan masalah listrik desa dari Ohoi Renfaan sampai Ohoi Soin di Kei Besar Utara Timur,” pungkas Bram.

Editor: Labes Remetwa


Baca juga:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

KOMENTAR TERBARU