Pemkot Ambon Bayar Operasional 786 Kader Posyandu dan Kader BKB

Kader Posyandu dan Kader Bina Keluarga Balita (BKB) memiliki peranan penting dalam upaya meningkatkan gizi bayi dan balita.


Ambon, suaradamai.com – Pemerintah Kota Ambon melalui Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana (DPPKB) membayar operasional kader posyandu dan kader Bina Keluarga Balita (BKB) untuk triwulan III-IV tingkat Kelurahan kota tahun 2021 dan 2022.

Operasional diserahkan langsung Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy didampingi Wawali Ambon Syarif Hadler, Sekretaris Kota Ambon Agus Ririmasse, dan Kepala DPPKB Welly Patty, di Tribun Lapangan Merdeka Kota Ambon, Selasa (4/1/2022).

Adapun rincian pembayaran operasional sebanyak 786 kader, yakni 208 BKB dari lima kecamatan, dan 578 kader posyandu dari empat kelurahan di Kota Ambon.

Louhenapessy menyampaikan, Kader Posyandu dan Kader Bina Keluarga Balita (BKB) pada tingkat Desa/Negeri dan Kelurahan, Kota Ambon memiliki peranan penting dalam upaya meningkatkan gizi bayi dan balita.

“Tahun 2045, Indonesia sudah diharapkan memiliki generasi emas, dan generasi emas itu bukan ditentukan nanti, tapi harus dipersiapkan dari sekarang,” tegas Wali Kota.

Ia harap, pemerintah berupaya keras supaya anak yang kurang gizi dan terkebelakang akibat kondisi otak, semakin hari semakin berkurang.

“Saat ini angka stunting masih mencapai 28 persen. Diharapkan sampai 2024, dapat turun sampai 14 persen, bahkan kita di Maluku dan khususnya di Kota Ambon harus di bawah 14 persen,” tegas Louhenapessy.

Hal tersebut, sambung Wali Kota, menjadi alasan utama mengapa kader posyandu dan BKB memegang peranan penting dalam mempersiapkan generasi emas, karena peranan pemenuhan gizi tidak dapat dilakukan oleh sendiri oleh Wali Kota, Wakil Wali Kota, maupun Sekot dan kepala dinas.

“Wali Kota tidak bisa datang untuk melayani bayi dan balita satu persatu dalam pemenuhan gizi dan pemeriksaan di kesehatan, tapi hal itu dilakukan oleh para kader bahkan secara sukarela dan itu luar biasa,” beber Louhenapessy.

Oleh sebab itu, lanjut dia, pembayaran operasional bagi kader posyandu dan BKB menjadi bentuk apresiasi dan rasa kepedulian Pemerintah Kota Ambon terhadap kinerja dan pelayanan kader bagi warga kota.

Sementara itu, Sekretaris Kota Ambon Agus Ririmasse menambahkan, selaku Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), Ia akan mengambil langkah strategis agar pembayaran operasional kader tahun 2022 dapat diakomodir secepatnya.

“Apa yang dilakukan para kader posyandu dan BKB adalah pekerjaan yang mulia, para kader ini telah membantu pemkot dalam sosialisasi vaksinasi, sehingga langkah strategis harus diambil agar pembayaran operasional tahun anggaran 2022 dapat diakomodir dalam APBD,” pungkas Sekot.

Editor: Labes Remetwa


Baca juga:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

KOMENTAR TERBARU