Layanan ini akan menjadi wadah satu pintu untuk berbagai kebutuhan darurat, mulai dari kebakaran, bencana alam, hingga masalah kesehatan.
Ambon, suaradamai.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon tengah mempersiapkan peluncuran Call Center 112 sebagai pusat layanan darurat terpadu bagi masyarakat.
Rencana peluncuran dilaksanakan pada 7 September 2025 bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-450 Kota Ambon.
Layanan ini akan menjadi wadah satu pintu untuk berbagai kebutuhan darurat, mulai dari kebakaran, bencana alam, hingga masalah kesehatan.
Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena mengatakan, Call Center 112 dihadirkan untuk memastikan masyarakat dapat dengan cepat dan tepat menerima bantuan saat menghadapi kondisi darurat.
“Tujuan kita agar masyarakat yang mengalami permasalahan seperti kebakaran, bencana, atau masalah kesehatan bisa tertolong dan terlayani dengan baik,” jelas Wattimena, Rabu (23/7/2025).
Menurut Wattimena, sistem layanan ini akan memudahkan koordinasi lintas instansi karena seluruh unsur akan tergabung dalam satu jaringan.
“Semua akan bergabung jadi satu, di Call Center 112. Ini penting karena mempermudah dan mempercepat penanganan di lapangan,” jelas Wattimena.
Kepala daerah menegaskan, petugas Call Center akan siaga penuh selama 24 jam, tujuh hari sepekan, melalui sistem kerja bergiliran.
Pelatihan, dukungan, hingga sosialisasi soal Call Center 112
Selain itu, seluruh personel yang terlibat akan mendapatkan pelatihan khusus untuk menangani laporan dan menyalurkan pengaduan ke instansi terkait.
“Kalau ada laporan kebakaran, langsung diteruskan ke Damkar. Kalau bencana, ada BPBD, DLHP. Kalau masalah keamanan, kita hubungkan ke Polresta, Kodim, atau Satpol PP,” jelas Wattimena.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung integrasi layanan ini, termasuk Polresta Ambon yang akan ikut berperan aktif dalam sistem tersebut.
“Saya berterima kasih kepada Pak Kapolresta yang bersedia bergabung di dalam sistem Call Center 112,” kata Wali Kota.
Ia memastikan bahwa infrastruktur dan sarana prasarana pendukung telah tersedia, termasuk sistem komunikasi dan fasilitas operasional.
Sosialisasi dan imbauan kepada masyarakat akan dilakukan secara luas setelah layanan ini resmi diluncurkan.
“Yang kita pastikan adalah kolaborasi dan sinergi antara semua pihak, demi memberikan pelayanan terbaik kepada warga Ambon,” ujar Wattimena.
Editor: Labes Remetwa





