Pengendara Harus Pakai Helm Jika Tidak Ingin Alami Hal Ini

Bagi Pattiwael, perlu ada project pengembangan budaya keselamatan berlalu lintas sebagai suatu kebutuhan hidup.


Langgur, suaradamai.com – Kapolres Malra AKBP. Alfaris Pattiwael, S.I.K mengingatkan pengendara roda dua di wilayah Kota Langgur dan Kota Tual, sebaiknya selalu mengenakan helm saat berpergian jika tidak ingin ditindak Satuan Lalu Lintas Polres Malra. Peringatan ini disampaikan Pattiwael saat memantau langsung pengaturan lalu Lintas di seputaran jalan protokoler Kota Tual, Rabu(4/3/20).

Sekira 6 hari sejak bertugas di Polres Malra, Kapolres Alfaris langsung bergerak cepat mengantisipasi berbagai hal berkaitan situasi kamtibmas di wilayah hukum Polres Malra.

Pembenahan sistem  kerja aparat polisi di Mapolres Malra serta keamanan dan ketertiban lalu lintas menjadi bagian utama di awal masa kerja perwira polisi berdarah Kei ini.

Menariknya,  Kapolres tak hanya sekedar berbenah dari balik meja saja. Sebagai petugas kepolisian yang pernah mengurusi padatnya arus lalu lintas di wilayah Polda Sulawesi Utara, Kapolres Alfaris memahami benar strategi penanganan lalu lintas di Kepulauan Kei.

Lantas strategi apa yang dipakainya untuk menangani situasi kamtibmas lalu lintas di wilayah hukum Polres Malra?

Dengan penampilan sederhana dan santai, Kapolres berjalan menghampiri masyarakat pejalan kaki, pedagang kaki lima, tukang ojek, guru serta para siswa yang ditemuinya sepanjang jalan.

Ia berjalan kaki saat melakukan pemantauan lalu lintas.

Inilah bagian dari strategi ampuh mantan Kapolres Minahasa Utara itu guna membenahi sistem pelayanan dan keamanan lalu lintas di Kepulauan Kei.

Kapolres Malra AKBP. Alfaris Pattiwael, S.I.K (kiri) memantau langsung pengaturan lalu Lintas di seputaran jalan protokoler Kota Tual, Rabu(4/3/20).

Menurut Kapolres Alfaris, kemananan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran (Kamseltibca) lalu lintas di daerah ini relatif sangat terjamin. Hal ini karena volume kendaraan yang ada cukup berimbang dengan kondisi ruas jalan.

“Saya lihat jalan yang ada ini cukup lebar sehingga kemananan lalu lintasnya dapat terkendali. Penataan tata ruang kota dan desain geometri jalan cukup bagus. Jadi sangat mumpuni untuk tata ruang lalu lintas,” ungkapnya kepada wartawan saat ditemui usai gelar apel di Malpolres Malra, Senin (4/3/20).

Namun, Kapolres mengaku bahwa kondisi ruas jalan tidak berbanding baik dengan masalah ketertiban lalu lintas. Dia menilai, ketertiban lalu lintas di dua daerah (Kota Tual dan Langgur) ini masih sangat kurang. Oleh karena itu, diperlukan pembenahan.

Bagi Pattiwael, pembenahan terhadap ketertiban lalu lintas, bukan semata-mata bertumpu pada bagaimana nanti polisi menindak pelanggar ataupun masyarakat harus mematuhi peraturan.  Tetapi perlu ada project pengembangan budaya keselamatan berlalu lintas sebagai suatu kebutuhan hidup.

“Perlu ada strategi khusus untuk bagaimana menangani para pengguna lalu lintas sehingga mereka merasa bahwa berkewajiban mematuhi aturan lalu lintas merupakan bagian dari keselamatan hidupnya sendiri ketika berkendara ataupun berjalan kaki,” jelas Pattiwael.

Perwira dengan dua melati di pundak itu, menyebut, bila situasi pagi hari biasanya masih tertib karena terdapat polisi di jalanan. Tetapi ketika sudah tidak ada lagi petugas pastinya para pengendara motor sudah tidak memakai helm, apalagi di malam hari.

Ia sangat menyayangkan bila seseorang di usia produktif mengalami kecelakaan hanya karena tidak mematuhi aturan lalu lintas, dimana tidak menggunakan helm dan ngebut di jalanan.

Kondisi inilah yang akan dibenahinya, terutama terkait pentingnya penggunaan helm bagi setiap pengendara. Dengan begitu masyarakat akan merasa betapa pentingnya menggunakan helm demi keselamatan.

“Itu hal pertama dan terutama yang akan dilakukan,” tandasnya. (gerryngamel/tarsissarkol)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

KOMENTAR TERBARU