Penggunaan Fasilitas LIPI Tual oleh Polikant Mulai Ada Titik Terang

Fasilitas LIPI Tual juga akan digunakan oleh Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara dalam hal ini Bappelitbangda.


Langgur, suaradamai.com – Politeknik Perikanan Negeri Tual sementara menjajaki kerja sama penggunaan fasilitas stasiun penelitian LIPI Tual yang terletak di Kelurahan Ohoijang-Watdek, Kabupaten Maluku Tenggara.

Sebagaimana diketahui, LIPI Tual yang dulunya adalah Satuan Kerja (Satker) eselon IV, diturunkan menjadi stasiun penelitian.

Dengan demikian, status aset lembaga riset itu sekarang dalam kondisi pasif. Kepala LIPI Tual 2012-2015 Teddy Triandiza mengatakan, fasilitas penelitian di LIPI Tual hanya digunakan ketika ada kegiatan penelitian.

“Kalau dulu kan ada kegiatan administrasi, diseminasi. Sekarang hanya melakukan penelitian. Selama ini baru saya yang melakukan penelitian di sini,” kata Teddy kepada Suara Damai di sela-sela aktivitas risetnya pada 22 Januari lalu.

Kondisi tersebut membuat Polikant berinisiatif untuk memanfaatkan aset yang ada. Direktur Polikant Jusron A. Rahajaan mengatakan, pihaknya telah menyurati LIPI Pusat, meminta izin pemanfaatan aset yang ada.

“Dari dasar itu (surat), dilakukan beberapa kali komunikasi untuk persiapan pemanfaatan. Kemudian tim LIPI Pusat berkunjung ke Polikant dan juga Pemkab Malra,” tutur Rony, sapaan Jusron, ketika ditemui di ruang kerjanya, Selasa (29/6/2021).

Kunjungan dilakukan ke Pemkab Malra juga karena hal yang sama. Pemkab Malra dalam hal ini Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) membutuhkan kantor induk LIPI Tual untuk berkantor.

Kemudian Polikant dan Pemkab Malra berkunjung ke Jakarta. Mereka bertemu dan rapat bersama deputi dan sekretaris deputi LIPI Pusat untuk membicarakan pemanfaatan aset dimaksud.

“Disepakati, kita akan kerja sama, tripati. Ada aset yang pengelolaannya ke Pemda Malra, ada yang ke Polikant. Ketiga pihak ini bersepakat akan menandatangani MoU dan perjanjian kerja sama. Kita akan launching acara tersebut di sini (Polikant),” tutur Rony.

Mendahului acara itu, pekan lalu, tim aset dari LIPI dan Polikant menginventarisir aset di LIPI Tual untuk dilaporkan ke Kementerian Keuangan dan Ditjen Pendidikan Vokasi Kemendikbud Ristek.

Rony harap, pemanfaatan aset ini dapat menutup keterbatasan fasilitas yang ada di Polikant. Sebab dengan dicanangkannya kampus merdeka, Kampus Biru itu membutuhkan peralatan laboratorium yang memadai untuk kegiatan belajar mengajar.

“Jadi memang kami sangat membutuhkan. Kami sangat mendukung program Pak Nadiem tentang kampus merdeka ini,” jelas Rony.

Kedepan, Polikant akan menempatkan beberapa laboratorium riset terapan di LIPI, terutama untuk bidang budidaya, pengolahan, dan kelautan.

Editor: Labes Remetwa


Baca juga:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

KOMENTAR TERBARU