Tual, suaradamai.com – Menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan dan Idul Fitri 2026, PT Pertamina Patra Niaga memastikan ketersediaan energi di Kota Tual dalam kondisi aman dan terkendali.
Sales Branch Manager Maluku II PT Pertamina Patra Niaga, Yasyfa M. Putra, menyampaikan bahwa pihaknya terus menjaga kolaborasi yang sehat bersama Pemerintah Kota Tual dalam menjamin kebutuhan energi masyarakat.
“Kami berkomitmen untuk terus menghadirkan energi terbaik bagi masyarakat. Stok kami pastikan cukup dan terjaga, khususnya di Kota Tual,” ujar Yasyfa, Selasa (17/3/2026).
Sebagai langkah antisipasi meningkatnya kebutuhan selama Ramadan dan Lebaran, Pertamina telah menambah pasokan, khususnya untuk minyak tanah.
“Dalam rangka HBKN menuju Ramadan dan Idul Fitri, kami melakukan extra dropping sebesar 10 persen dari penyaluran normal bulanan, khususnya untuk minyak tanah di Kota Tual,” jelasnya.
Tidak hanya itu, Pertamina juga memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Pasar Murah Terpadu yang digelar Pemerintah Kota Tual di Taman Kota. Kegiatan ini dinilai penting untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Terkait ketersediaan bahan bakar minyak (BBM), Yasyfa memastikan bahwa cadangan stok berada dalam kondisi sangat aman.
“Cadangan stok BBM kami berada di atas tiga bulan. Ini terus kami jaga agar distribusi tetap lancar dan kebutuhan masyarakat terpenuhi,” tegasnya.
Untuk memastikan distribusi berjalan optimal, Pertamina Patra Niaga juga telah membentuk Satuan Tugas Ramadan dan Idul Fitri (Satgas RAFI) 2026. Tim ini bekerja sama dengan Pemerintah Kota Tual, khususnya Dinas Perindustrian dan Perdagangan, dalam melakukan pengawasan hingga ke tingkat pangkalan.
Selain itu, sistem klasterisasi distribusi juga telah diterapkan guna memastikan penyaluran tepat sasaran.
“Kami bersama Pemerintah Kota Tual telah melakukan klasterisasi pangkalan sesuai wilayah dan jumlah kartu keluarga. Ini menjadi langkah perbaikan yang kami apresiasi bersama,” ungkapnya.
Yasyfa turut menekankan pentingnya peran semua pihak dalam mengawasi distribusi energi, termasuk aparat penegak hukum, guna mencegah praktik yang tidak sesuai aturan.
Ia pun mengimbau masyarakat, khususnya di wilayah Kei, untuk tidak melakukan pembelian berlebihan.
“Kami pastikan stok aman. Tidak perlu panic buying. Kami ingin masyarakat tetap tenang karena kebutuhan energi telah kami antisipasi dengan baik,” tutupnya.
