“Papa, om, kaka, stop mabok! Ingat sa pu masa depan,” ujar Endy Mecibaru (6), siswa TK Hosana Gayabaru, saat acara peringatan Hari Anak Nasional 2025 di Gedung Women Center, Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat, Rabu (23/7/2025).
Bintuni, suaradamai.com – Sebuah momen tak terduga terjadi saat acara peringatan Hari Anak Nasional 2025 di Gedung Women and Children Center (WCC) Bintuni, Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat, pada Rabu (23/7/2025).
Ratusan anak dari jenjang TK, SD, SMP, dan SMA bersama guru dan orangtua murid, terkejut ketika mendengar pesan yang disampaikan oleh Endi Mecybaru (6) dan dua temannya dalam kesempatan tersebut.
Awalnya, pembawa acara Desi Parentean mengantar Endi dari tempat duduknya menuju panggung. Ia kemudian memintanya menyampaikan pesan untuk anak-anak yang hadir. Namun, tak disangka, pesan Endi justru ditujukan kepada orang dewasa.
“Papa, om, kaka, stop mabok! Ingat sa pu masa depan,” ujar Endy dengan nada tegas.
Desi lalu bertanya apakah orang dewasa di sekitar Endy banyak yang suka mengonsumsi minuman keras.
“Banyak,” jawab Endy singkat, setelah berpikir cukup lama – barangkali ia juga menghitung satu per satu orang di lingkungannya.
Saat Desi mengajukan pertanyaan kedua, Endi menjawab tanpa ragu.
“Kalau mabok itu baik ka tidak?” tanya Desi. “Tidak,” jawab Endy singkat.
Selain Endy, ada juga Novana Rumkorem (6). Siswa TK Hosana Gayabaru ini juga menyampaikan pesan yang tegas.
“Jangan kekerasan! Sayang kitorang,” tandas Novana.
Pesan berikutnya datang dari Simon Wanma (5), siswa TK Saibma Aroba, yang mengulang pesannya sebanyak dua kali.
“Jangan bunuh kitorang. Kitorang butuh hidup,” tegas Simon.
Sebagai informasi, dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2025, Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) menggelar acara bertema “Hormati Batasan, Hentikan Kekerasan, Olah Sampah Menjadi Berkah”.
Acara ini diikuti oleh 248 siswa-siswi dari jenjang TK, SD, SMP, hingga SMA se-Kabupaten Teluk Bintuni.
Editor: Labes Remetwa





