Peserta UNBK Tingkat SMP di Malra Meningkat

Menurut Kepala Dinas Pendidikan Malra Clemens Welafubun, perubahan sistem ujian pada tahun 2021 nanti pun masih berbasis online.


Langgur, suaradamai.com – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Maluku Tenggara Clemens Welafubun menyatakan bahwa ada 35 Sekolah Menengah Pertama (SMP) akan melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tahun ajaran 2019-2020.  Jumlah ini meningkat dibanding tahun ajaran sebelumnya hanya diikuti 27 sekolah.

 “Hari ini tercatat sudah 35 dari 48 SMP akan melaksanakan UNBK di Malra. Jumlah ini menunjukan adanya peningkatan, sehingga tersisa 13 sekolah lagi yang belum,” jelasnya.

Welafubun memaparkan, dari 13 sekolah tersebut, rata-rata berada di wilayah Kei Besar. Di Kecamatan Utara Timur belum ada satu pun SMP yang berpartisipasi dalam UNBK. Sedangkan Kecamatan  Kei Besar, yakni SMP Bombay dan SMP  Wear, dan Kei Besar Selatan adalah SMP Sather.

Welafubun mengaku, alasan sehingga SMP di wilayah Kei Besar Utara Timur, belum dapat melaksanakan UNBK karena faktor akses jaringan internet yang sulit dijangkau. Sedangkan untuk beberapa wilayah lainnya, seperti Bombay belum dapat dipastikan kendalanya.

“Nanti kita lihat apa kendalanya dan dan juga di wilayah Utara Barat, kita akan dorong terus,” katanya.

Ia optimis, semua sekolah jenjang SMP di Maluku Tenggara di tahun 2021 nanti sudah dapat melaksanakan ujian berbasis online. Untuk itu, katanya, pihak Dinas Pendidikan akan terus berupaya mengoptimalisasi ketersediaan fasilitas penunjang ujian.

Sebagai pimpinan dinas, Welafubun mengaku bangga dengan usaha dan kerja keras  35 SMP Pelaksana UNBK tahun 2020 ini.

“Saya bersyukur dan berterima kasih karena pihak ke 35 sekolah ini sudah berusaha semaksimal mungkin, sehingga dapat melaksanakan UNBK,” pujinya.

Ia menjelaskan, dari ke 35 sekolah tersebut, 28  sekolah adalah pelaksana UNBK mandiri dan 7 SMP berstatus merger (bergabung dengan sekolah lain)

“Presentasi dari 28 sekolah mandiri ini sudah sangat luar biasa. Walaupun  dengan keadaan fasilitas yang sedikit menghambat tapi pihak sekolah sangat memberanikan diri untuk mandiri,” pujinya lagi.

Ia mengingatkan, walaupun nanti ada perubahan sistem ujian bagi siswa di tahun 2021 nanti, tapi sistem ujiannya masih menggunakan sistem online.

“Sistim penilaiannya berubah tapi perangkat yang dipakai masih tetap sama seperti yang kita gunakan sekarang,” ujarnya.

Pihaknya pada tahun 2020 ini,  akan terus memprogramkan  pengadaan komputer bagi sekolah yang belum memiliki sarana tersebut.

“Kita akan coba melakukan terus upaya ini sebagai sebuah bentuk terobosan dan dukungan untuk setiap satuan pendidikan agar bisa melaksanakan sistem ujian online di tahun mendatang,” katanya.

Welafubun berharap, kiranya perangkat komputer di ke 35 sekolah saat ini tidak sekedar hanya dimanfaatkan untuk pelaksanaan ujian akhir saja. Tetapi juga untuk pelaksanaan ujian lainnya.

“Bahkan juga bisa digunakan untuk kegiatan kegiatan pembelajaran berbasis IT,” pintanya. (gerryngamel/tarsissarkol)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

KOMENTAR TERBARU