“Kita akan berkoordinasi dengan distributor-distributor yang ada khusus di Kota Ambon untuk segera membangun koordinasi dengan distributor induk di Jakarta. Sehingga segera mengatur alur pemasukan dari pusat dengan kuota yang sudah disediakan untuk mengantisipasi jangan sampai terjadi kelangkaan minyak goreng bersubsidi itu,” kata Slarmanat.
Untuk di Kota Ambon, ia menambahkan, saat ini minyak bersubsidi tersebut masih tersedia. Pemkot juga telah melakukan kerja sama dengan Bulog untuk memastikan ketersediaan itu.
“Minyak bersubsidi itu masih tersedia cukup di Bulog. Untuk sementara biasanya rata-rata itu 2 sampai 3 bulan stok itu kita selalu jaga. Karena kita selalu berkoordinasi untuk pelaporan stok itu setiap minggu apalagi menjelang hari raya besar keagamaan ini, Idul Fitri dan bulan suci Ramadan. Jadi laporan stok itu selalu ada setiap minggu,” pungkasnya.
Editor: Labes Remetwa
Baca juga:





