PMKRI Apresiasi Permintaan Maaf Danlanud Pattimura kepada Jemaat GPM

Komandan Lanud Pattimura Ambon Kolonel Pnb Andreas Ardhianto Dhewo mewakili anggotanya meminta maaf kepada Jemaat Gereja Protestan Maluku (GPM).


Langgur, suaradamai.com –  Kesalapahaman antara pihak petugas Lanud Pattimura Ambon dengan Jemaat Gereja Protestan Maluku (GPM) saat hendak beribadah pada Minggu, 15 Mei lalu di Kawasan Militer Lanud Pattimura Ambon, telah didamaikan.

Komandan Lanud Pattimura Ambon Kolonel Pnb Andreas Ardhianto Dhewo mewakili anggotanya meminta maaf atas kesalahpahaman tersebut.

Sikap Danlanud Pattimura Ambon itu mendapatkan apresiasi dari Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Ambon.

“Sehubungan dengan polemik sosial akibat video yang beredar media sosial tentang tindakan anggota TNI AU di lingkup Lanud Pattimura, PMKRI Cabang Ambon meminta masyarakat agar tidak terprovokasi oleh isu-isu yang kemudian dapat merusak keutuhan NKRI dan toleransi antar umat beragama di Maluku,” ungkap Presidium Gerakan Kemasyarakatan PMKRI Ambon Bertolameus Mayabubun melalui rilis yang diterima Suaradamai.com, Jumat (20/5/2022).

Sebagai negara hukum, mahasiswa yang akrab disapa Berti ini menegaskan, masyarakat Indonesia menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara telah memberikan kebebasan bagi warga negara untuk berhak menentukan keyakinan dan kepercayaan sesuai dengan keinginan setiap orang.

Berti menambahkan, dalam melihat konteks persoalan yang saat ini terjadi dibutuhkan kontribusi pemikiran sehat untuk menanggapi peristiwa tersebut. Sebab, setiap umat beragama memiliki kebebasan untuk menjalankan ibadah masing-masing.

“Tetapi di lain sisi, tindakan yang dilakukan oleh beberapa anggota TNI AU merupakan bagian daripada penyelanggaraan tugas negara dalam menjaga wibawa lembaga dan melindungi keamanan dan ketertiban di wilayah institusi militer,” tandas Berti.

Ia mengaku, setiap institusi negara memiliki aturan main masing-masing, termasuk pihak Lanud Pattimura. Misalnya, diwajibkan bahwa setiap orang yang hendak masuk-keluar di wilayah instusi militer wajib menggunakan busana yang rapi.

“Hal tersebut bukan saja diterapkan bagi umat yang hendak beribadah di tempat ibadah, apalagi di dalam lokasi angkatan udara. Hal ini juga diterapkan dan berlaku bagi semua orang yang melakukan aktivitas di wilayah Lanud Pattimura, baik yang berurusan langsung dengan lembaga maupun masyarakat berdomisili di wilayah sekitar yang keluar masuk melalui wilayah militer,” papar Berti.

Sebab itu, PMKRI Cabang Ambon mendukung penuh dan mengapresiasi langkah rekonsiliasi yang dilakukan oleh Danlanud Pattimura bersama pihak Sinode GPM serta jemaat GPM di wilayah Lanud Pattimura sebagai wujud menjaga kerukunan dan kedamaian di antara umat beragama.

“Kami berharap agar masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan gerakan-gerakan yang nantinya keluar dari niat baik, yang akhirnya malah merusak keutuhan NKRI dan juga mencederai ikon Maluku sebagai laboratorium Perdamaian Dunia,” tutup Berti.

Editor: Labes Remetwa


Baca juga:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

KOMENTAR TERBARU