Polikant Dorong Dosen/Peneliti Tingkatkan Penelitian Berpotensi HKI

Polikant didapuk sebagai kampus yang mengajukan hak cipta dan paten dengan jumlah tertinggi ketiga kategori institusi perguruan tinggi di Kepulauan Maluku pada tahun 2020-2021.


Langgur, suaradamai.com – Politeknik Perikanan Negeri Tual (Polikant) terus berupaya mendorong para dosen dan peneliti di kampus biru itu untuk meningkatkan penelitian yang berpotensi mendapat Hak Kekayaan Intelektual (HKI).

Demikian disampaikan Ketua Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (UP2M) Polikant Usman Madubun kepada reporter Suaradamai.com, Sabtu (5/11/2022), dalam wawancara terkait penghargaan yang diterima Polikant dari Kemendikbud Ristek soal pengajuan hak cipta dan paten.

Untuk diketahui, Polikant didapuk sebagai kampus yang mengajukan hak cipta dan paten dengan jumlah tertinggi ketiga kategori institusi perguruan tinggi di Kepulauan Maluku pada tahun 2020-2021.

Penghargaan dengan nomor: HKI-UM.01.02-60 itu, ditandatangani oleh Plt. Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual Ir. Razilu, M.Si, CGCAE, pada 29 September 2022 lalu.

Madubun menjelaskan, dari beberapa jenis HKI yang ada, para dosen/peneliti di Polikant selama ini hanya mengajukan tiga jenis HKI, yakni paten, paten sederhana, dan hak cipta. Adapun ada pengajuan yang diterima dan disetujui (granted), dan ada yang masih dalam proses peninjauan.

Kampus yang bergerak di bidang vokasi ini akan terus mendorong para dosen dan peneliti untuk meningkatkan riset yang berpotensi mendapat HKI. Sebagai Ketua UP2M, Madubun mengatakan, ada dua hal penting yang akan dilakukan untuk menjawab hal tersebut, yaitu pelatihan dan pembiayaan.

Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (UP2M) Polikant, kata Madubun, akan terus menggelar berbagai jenis pelatihan setiap tahun.

“Setiap tahun ada pelatihan penulisan proposal (penelitian), yang di dalamnya termasuk bagaimana merangsang dosen untuk bagaimana mencari celah untuk mendapat paten (HKI),” jelas Madubun.

Selanjutnya, UP2M juga akan membuat pelatihan penulisan draft paten. Dengan ini, dapat memudahkan para dosen/peneliti di Polikant memproses pengajuan HKInya.

Selain pelatihan, Madubun menambahkan, pihaknya juga akan mendukung para dosen/peneliti dari segi pembiayaan.

“Paten yang sudah granted, itu ada biaya pemeliharaannya. Sebenarnya biaya ini dibayar oleh (dosen/peneliti) yang mengajukan. Tetapi, tahun depan kita mulai memasukkan anggaran untuk biaya pemeliharaan paten yang sudah granted itu ditanggung oleh kampus,” kata Madubun.

Editor: Labes Remetwa


Baca juga:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

KOMENTAR TERBARU