Polikant Latih Kelompok Budidaya di Ohoidertom Bikin Pakan Ikan

Kegiatan ini bertujuan melatih kelompok Sevav Ratut Ohoi Ohoidertom untuk terampil dalam membuat pakan ikan untuk mendukung usaha budidaya ikan.


Langgur, suaradamai.com – Politeknik Perikanan Negeri Tual (Polikant) melalui Program Studi (Prodi) Teknologi Budidaya Perikanan (TBP) melatih kelompok pembudidaya “Sevav Ratut”, Ohoi/Desa Ohoidertom, untuk membuat pakan ikan secara mandiri.

Pelatihan tersebut dilaksanakan di Sevav, Ohoi Ohoidertom, Kecamatan Kei Kecil Barat, Kabupaten Maluku Tenggara, Maluku, Sabtu (17/12/2022) lalu.

Kegiatan ini bertujuan melatih kelompok Sevav Ratut Ohoi Ohoidertom untuk terampil dalam membuat pakan ikan untuk mendukung usaha budidaya ikan.

Pelatihan pembuatan pakan ikan ini juga merupakan salah satu penerapan mata kuliah semester 3 Prodi TBP. Sebab itu, dalam pelatihan tersebut juga melibatkan mahasiswa dan dua dosen pengampu mata kuliah yaitu M. Y. Beruatjaan, S.Pi,M.Si dan J. Metungun, S.Pi, M.Si.

Metungun menjelaskan secara singkat pembuatan pakan ikan. Mulai dari persiapan alat-alat dan bahan baku yang akan digunakan. Peralatan terdiri dari mesin penepung 1 unit, filter diameter 0.1 cm 2 buah, filter diameter 10.5 cm sebanyak 2 buah, nampan plastik diameter 60 cm 7 buah, pengayak tepung 7 buah, sarung tangan panjang 12 pasang, masker 1 box, penjepit besi 2 pasang dan kantong plastik bening 1 pak. 

Sedangkan bahan baku yang digunakan terdiri dari daun kelor 1 kg, jagung 1 kg, dedak 1 kg, dan ikan layang 1 kg.

Adapun proses pembuatan pakan ikan:

  1. Menghitung formulasi pakan tujuannya untuk mengetahui kadar masing-masing bahan baku yang terserdia.
  2. Penimbangan. Bahan baku yang telah ditentukan jumlahnya ditimbang menggunakan timbangan.
  3. Selanjutnya bahan tersebut dituangkan ke dalam wadah baskom untuk pencampuran.
  4. Setelah bahan baku tercampur, langka berikutnya adalah mencampurkan semua bahan dengan air panas secukupnya secara perlahan-lahan. Tujuannya agar bahan-bahan yang dicampur tidak menggumpal.
  5. Selanjutnya mengayak pakan agar lebih halus dan mudah dalam proses pencetakan.
  6. Pakan yang telah tercampur dimasukan ke dalam mesin pencetak untuk mencetak sesuai bukaan mulut ikan.
  7. Pengeringan. Bahan baku yang telah digiling ditempatkan pada wadah yang telah disediakan yaitu loyang/nampan besi.
  8. Loyang tersebut dimasukan ke dalam mesin oven selama 2 jam. Tujuannya agar hasil gilingan menjadi kering sempurna.
  9. Setelah pakan kering, kemudian dilakukan penimbangan.
  10. Pakan yang telah siap dimasukan kedalam kantong plastik.
  11. Pakan hasil kemas, disimpan di tempat yang sejuk atau langsung diberikan pada ikan.

Untuk diketahui, jumlah pakan yang dihasilkan dalam pelatihan tersebut adalah sebanyak 1 kilogram. Kelompok Sevav Ratut sangat antusias mengikuti kegiatan pelatihan tersebut.

Editor: Labes Remetwa


Baca juga:

Bagikan:

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Populer

Artikel terkait

Inovasi Yogurt Anggur Laut dan VCO Hasil PBL Bioteknologi Perikanan Polikant di Ngilngof

“Terutama untuk Desa Ngilngof sebagai tempat wisata. Ketika wisatawan...

Lampaui Target 2025, Penumpang di PELNI Tembus 5,15 Juta Orang

Kepala Cabang Pelni Tual, Teguh Harisetiadi, menyampaikan bahwa realisasi...

Konflik di Ohoi Ngadi Berakhir, Wawali Tual: Tanpa Rasa Aman Pembangunan Tak Jalan

Tual, suaradamai.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Tual bersama para...

Sah! Ini 3 Calon Direktur Polikant Periode 2025-2029

Kabalmay mengatakan, proses tahapan penyaringan ini sesuai dengan mekanisme...