Polisi Tetapkan Lima Tersangka Kasus Bentrok di Liang

Salah satu pemicu yakni masalah pemilihan raja yang sampai saat ini belum tuntas.


Ambon, suaradamai.com – Kasus bentrok antar warga di Negeri Liang Kecamatan Salahutu Kabupaten Maluku Tengah berujung pengrusakan dan saling bakar, sedari 2020 hingga awal 2021 ini masih terjadi.

“Untuk kasus di Liang ini memang berulang kali terjadi. Tahun 2020 saja sudah lebih dari 3 kali. Di awal tahun ini terulang lagi,” sesal Kapolresta Pulau Ambon dan Pp Sewa Kombes Pol Leo Simatupang kepada awak media di Mapolresta Ambon, Selasa (12/1/2021).

Padahal menurutnya, pihaknya sudah melakukan upaya-upaya preventif untuk meminimalisir potensi konflik di Negeri Liang.

“Selama masyarakat tidak punya kesadaran untuk menjaga ketertiban, tentu Polri tidak bisa terlalu banyak lagi. Maka aparat Polresta Ambon diback up Polda, Kodim 1504 / Ambon, kita melakukan tindakan tegas bagi mereka yang masih berupaya membuat keributan di wilayah hukum Polresta Ambon,” tegas Leo.

Tindakan tegas tersebut, kata dia, kemudian mengungkap lima tersangka. Mereka sekarang diamankan pasca bentrok di Liang 4 Januari lalu, yaitu AL alias Ojan, Upi, serta tiga orang anak yang masih di bawah umur dengan rata-rata usia 17 tahun. Ditambah 1 DPO kasus serupa tahun lalu.

Dari hasil pengembangan dan penyelidikan, pelaku utama yang sudah tersangka ini, diduga sebagai aktor utama di setiap bentrokan yang terjadi di desa tersebut. Selain itu juga terdapat aktor lain yang masih dalam buruan polisi.

“Tentu hal ini sangat kita sesalkan karena mereka sudah berulang kali melakukan tindakan serupa di tahun sebelumnya. Sehingga mau tidak mau, kita akan memberikan tindakan tegas. Dan kita akan proses sampai ke pengadilan,” ingatnya.

Terkait penyebab bentrok di Liang, menurut perwira menengah berpangkat tiga melati di pundaknya itu, salah satu pemicu yakni masalah pemilihan raja yang sampai saat ini belum tuntas.

Untuk mencegah bentrok berkepanjangan, pihaknya telah menyediakan pos tetap dengan menempatkan 2 regu personel Sabhara di desa tersebut. Selain itu Polresta Ambon juga telah berkoordinasi dengan Bupati Malteng agar segera membantu proses penyelesaian pemilihan raja Negeri Liang.

“Satu pelaku DPO yang diamankan dicari agak repot, sebab sembunyi di hutan. Sisa 5 DPO itu kami imbau sebaiknya serahkan diri. Anggota kita masih standby di sana untuk susuri jejak persembunyian di hutan seputaran Desa Liang. Masyarakat bila tahu, agar bisa serahkan diri baik-baik untuk dekat hukum,” pungkasnya.

Editor: Labes Remetwa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

KOMENTAR TERBARU

error: Konten dilindungi !!
× Ada yang bisa dibantu?