Prabowo: Pemerintah Pusat Serius Dorong Sektor Perikanan Laut Maluku

0
828
Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo (kedua dari kiri) saat kunjungan kerja ke Provinsi Maluku, Minggu (30/8/2020).
Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo (kedua dari kiri) saat kunjungan kerja ke Provinsi Maluku, Minggu (30/8/2020).

Edhy Prabowo juga mengatakan, kehadirannya di Maluku khususnya di Kota Ambon merupakan keseriusan Pemerintah Pusat.


Ambon, suaradamai.com – Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo melepaskan ekspor ikan tuna asal Maluku seberat 2.222 kilogram untuk diekspor ke Jepang.

Pelepasan ekspor ikan Tuna hasil tangkapan laut Maluku itu, dilakukan Menteri KP, didampingi Gubernur Maluku Murad Ismail, dua Anggota DPR RI Dapil Maluku Abdulah Tuasikal dan Hendrik Lewerissa, bertempat di PT. Maluku Prima Makmur, Minggu (30/8/2020).

Pada kesempatan tersebut, Menteri Edhy memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Maluku yang terus meningkatkan sumber daya lautnya. Sehingga, ekspor ikan Tuna ke Negara Jepang ini dapat dirasakan dan dinikmati serta bermanfaat bagi masyarakat Maluku.

Edhy bilang, peningkatan daya ekspor Maluku ke negara luar, bertanda seriusnya pemerintah pusat dalam mendorong sektor perikanan laut Maluku. Selain itu juga bermanfaat bagi nelayan di Maluku.

“Jadi kita dapat dua sertifikat. Jepang dan Arab Saudi untuk ekspor hasil laut kita negara tujuan. Untuk memasarkan ikan kita di negara luar,” ujarnya.

Edhy Prabowo juga mengatakan, kehadirannya di Maluku khususnya di Kota Ambon merupakan keseriusan Pemerintah Pusat terhadap penetapan Provinsi Maluku sebagai Lumbung Ikan Nasional (LIN).

Karena itu selain Menteri Kelautan dan Perikanan hadir juga Sekretaris Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan RI serta sejumlah Dirjen, staf ahli dan pembina pun hadir dalam kunjungan kerja itu.

Dalam kesempatan itu Menteri Kelautan dan Perikanan menyerahkan bantuan pemberdayaan kepada para Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan kabupaten/kota di Maluku.

“Yang diberikan oleh kementerian saat ini disadari sungguh masih kurang dan karena itu melalui pemerintah pusat Kementrian Kelautan dan Perikanan RI telah menyiapkan sejumlah dana untuk kepentingan nelayan di seluruh Indonesia, khususnya nelayan yang ingin meningkatkan hasil produksi mulai dari 50-200 juta melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR),” ujar Menteri Edhy.

Editor: Labes Remetwa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here