Profil Usman Madubun, Calon Direktur Polikant 2025-2029

Senat telah menetapkan tiga Calon Direktur Polikant 2025-2029. Mereka adalah Dr. Usman Madubun, S.Pi., M.Si., Glenty B. A. Somnaikubun, S.Kom., M.M., dan Roberto M. K. Teniwut, S.E., M.M.


Langgur, suaradamai.com – Proses pemilihan Direktur Politeknik Perikanan Negeri Tual (Polikant) periode 2025-2029 hampir memasuki tahap akhir.

Pada 4-5 Agustus lalu, empat bakal calon telah memaparkan visi, misi, dan program kerjanya. Tiga calon kemudian ditetapkan oleh senat berdasarkan hasil pemungutan suara.

Tiga calon tersebut yaitu Dr. Usman Madubun, S.Pi., M.Si., Glenty B. A. Somnaikubun, S.Kom., M.M., dan Roberto M. K. Teniwut, S.E., M.M.

Ketiganya bakal mengikuti tahap akhir yaitu pemilihan direktur bersama menteri terkait. Pemilihan dilakukan melalui pemungutan suara secara tertutup dalam waktu dekat.

Artikel ini membahas secara ringkas profil, visi, misi, dan program kerja Dr. Usman Madubun, S.Pi., M.Si.

Profil

Dr. Usman Madubun saat ini menjabat sebagai Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) Polikant. Sebelumnya, ia juga pernah menjabat sebagai Ketua Jurusan Teknologi Hasil Perikanan (THP) pada periode 2009-2011.

Ia menyelesaikan pendidikan Sarjana Ilmu Kelautan di Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon pada tahun 1998, kemudian melanjutkan studi Magister dan Doktor di bidang Pengelolaan Sumber Daya Perairan di Institut Pertanian Bogor (IPB) pada tahun 2008 dan 2017.

Visi

Madubun memiliki visi yaitu “terwujudnya Polikant yang unggul, berdaya, dan berdampak dalam bidang perikanan dan kelautan berbasis indikator kinerja utama”.

Misi

Untuk mencapai visi tersebut, ia merancang empat misi yaitu:

  1. Meningkatkan kualtias mahasiswa, memperkuat MBKM, sinergitas alumni, untuk menghasilkan lulusan yang unggul dan berdaya.
  2. Menguatkan kualitas dosen dalam berkegiatan tridharma yang berdampak bagi pengembangan masyarakat.
  3. Menguatkan kualitas kurikulum dan pembelajaran, kerja sama, dan akreditasi guna mendorong Polikant menjadi kampus berdaya.
  4. Meningkatkan tata kelola kelembagaan Polikant untuk menciptakan pelayanan prima.

Program kerja

Empat misi di atas dijabarkan dalam enam bagian program kerja:

Penguatan pembinaan prestasi akademik dan non akademik mahasiswa dan sinergitas alumni yang berfokus pada:

  1. Jejaring alumni.
  2. Wirausaha dan manajemen karir.
  3. Sertifikasi kompetensi.
  4. Pembelajaran mahasiswa pada teaching factory (Tefa).
  5. MBKM mahasiswa.
  6. UKM.
  7. Lomba mahasiswa.
  8. Riset.

Penguatan kompetensi dan pengembangan karir dosen untuk menghasilkan karya dosen yang unggul dan berdampak bagi kemajuan masyarakat, yang berfokus pada:

  1. Kegiatan tridharma dosen di perguruan tinggi lain.
  2. Dosen praktisi di dunia usaha dan dunia industri.
  3. Sertifikasi kompetensi/profesi.
  4. Dosen sebagai praktisi mengajar.
  5. Praktisi mengajar.
  6. Riset dan PKM.
  7. Publikasi ilmiah dan KI.
  8. Kompetensi laboran.
  9. Tugas belajar S3.
  10. Jabatan akademik.
  11. Strata S2/magister.

Pengembangan kurikulum dan kerja sama, berfokus pada:

  1. Jejaring kerja sama dengan mitra.
  2. Inisiasi kerja sama oleh program studi.
  3. Pembelajaran kelompok berbasis proyek (PBL).
  4. Kurikulum output based education (OBE).
  5. Integrasi Tefa ke dalam aktivitas tridharma.
  6. Sistem akreditasi akademik berbasis aplikasi.
  7. Pengelolaan program studi, laboratorium, Tefa menuju akreditasi internasional.

Penguatan sarana dan prasarana pendukung tridharma, berfokus pada:

  1. Laboratorium kependidikan.
  2. Ruang belajar dan perkantoran.
  3. Jaringan internet dan aplikasi.
  4. Teaching factory empat rumpun bidang.
  5. Transportasi darat dan laut.
  6. Himaprodi.

Peningkatan sarana dan prasarana umum kampus, berfokus pada:

  1. Peningkatan tenaga kependidikan.
  2. Jejaring antar unit bagian.
  3. Layanan akademik dan administrasi dosen dan mahasiswa.
  4. Layanan administrasi tenaga kependidikan tetap dan tidak tetap.
  5. Zona integritas wilayah bebas korupsi (WBK), wilayah birkrasi bersih melayani (WBBM), dan pakta integritas.

Penguatan layanan prima akademik dan kepegawaian, berfokus pada:

  1. Peningkatan tenaga kependidikan.
  2. Jejaring antar unit bagian.
  3. Layanan akademik dan administrasi dosen dan mahasiswa.
  4. Layanan administrasi tenaga kependidikan tetap dan tidak tetap.
  5. Zona integritas wilayah bebas korupsi (WBK), wilayah birkrasi bersih melayani (WBBM), dan pakta integritas.

Editor: Labes Remetwa


Klik DI SINI untuk ikuti VIDEO BERITA dari Politeknik Perikanan Negeri Tual


Bagikan:

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Populer

Artikel terkait

Inovasi Yogurt Anggur Laut dan VCO Hasil PBL Bioteknologi Perikanan Polikant di Ngilngof

“Terutama untuk Desa Ngilngof sebagai tempat wisata. Ketika wisatawan...

Lampaui Target 2025, Penumpang di PELNI Tembus 5,15 Juta Orang

Kepala Cabang Pelni Tual, Teguh Harisetiadi, menyampaikan bahwa realisasi...

Konflik di Ohoi Ngadi Berakhir, Wawali Tual: Tanpa Rasa Aman Pembangunan Tak Jalan

Tual, suaradamai.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Tual bersama para...

Sah! Ini 3 Calon Direktur Polikant Periode 2025-2029

Kabalmay mengatakan, proses tahapan penyaringan ini sesuai dengan mekanisme...