Raih Dokter Berdedikasi dari Kemenkes, dr. Uchi: Mau Kasih yang Terbaik untuk Masyarakat Aru

“Beta cuman mau bilang, katong kerja di tempat-tempat yang tantangannya tentu tidak kecil. Justru di situlah katong punya kehadiran paling berarti. Fasilitas terbatas, jarak yang jauh, cuaca yang seng bersahabat, tapi setiap hari katong tetap berdiri untuk memberikan pelayanan bagi masyarakat,” ucap dr. Uchi.


Dobo, suaradamai.com – Di tengah keterbatasan fasilitas dan jarak jauh dari pusat kota, seorang dokter yang masih muda dari Puskesmas Karaway, Kabupaten Kepulauan Aru, Maluku, membuktikan bahwa pengabdian tulus itu berbuah manis.

dr. Luses Shantia Haryanto, Aparatur Sipil Negara (ASN) yang setia bertugas di wilayah terpencil Kepulauan Aru, baru saja meraih penghargaan bergengsi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.

Penghargaan ini bukan sekadar plakat, tapi pengakuan atas perjuangan tenaga kesehatan di garis terdepan Indonesia.

Penghargaan “Tenaga Medis dan Tenaga Kesehatan dalam Dedikasi Pengabdian dan Kemanfaatan Bagi Masyarakat Tahun 2025” diserahkan langsung oleh Menteri Kesehatan Budi Gunawan Sadikin kepada dr. Luses dan belasan penerima lainnya.

Acara ini berlangsung saat Upacara Peringatan Hari Kesehatan Nasional belum lama ini. Dari 50 peserta seleksi ketat, hanya 14 orang yang terpilih – termasuk dr. Luses.

“Beta Seng Pernah Sangka”

Momen panggilan nama dr. Luses di panggung nasional menjadi titik balik emosional.

“Campur aduk, antara terharu, dan seng (tidak) percaya, jujur saja. Beta (saya) seng pernah sangka bisa terpilih penghargaan nasional sebesar ini,” ungkap dokter yang akrab disapa dr. Uchi ini kepada suaradamai.com, Minggu (16/11/2025).

Baginya, penghargaan ini datang seperti kejutan. Ia tak pernah membayangkan, karena fokus utamanya hanyalah melayani masyarakat.

“Beta kerja di daerah sangat terpencil, jadi fokus beta cuman masyarakat bisa dapat pelayanan terbaik walaupun katong (kita) pung (punya) sarana dan prasarana itu terbatas,” ucapnya.

Katanya, Puskesmas Karaway memang tergolong terpencil dan pelayanannya mencakup Desa Karaway dan Dosinamalau.

“Tapi terkadang Katong tidak hanya melayani dua masyarakat dari desa itu. Hampir setiap minggu tetap Katong mendapat kunjungan dari masyarakat yang ada di Desa Sewer, Desa Waria, pernah juga ada pasien dari Batuley datang berkunjung dan berobat di puskesmas tempat beta bekerja,” cerita dr. Uchi.

Ia baru sadar, aksi kecil sehari-hari ternyata bernilai besar.

“Waktu dengar beta pung nama dipanggil, beta kaya sekejap kaget, bersyukur dan sadar kakau setiap usaha kecil yang beta lakukan selama ini ada artinya. Sangat dihargai bukan beta pung diri pribadi, tapi semua tenaga kesehatan yang bekerja di daerah-daerah sangat terpencil,” ucap alumni Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura itu.

Bukan Akhir, Tapi Pengingat untuk Tetap Tulus dalam Pengabdian

Penghargaan ini jadi motivasi baru. dr. Uchi mempersembahkannya kepada rekan-rekannya di Puskesmas Karaway, sekaligus menyampaikan pesan semangat.

“Beta cuman mau bilang, katong kerja di tempat-tempat yang tantangannya tentu tidak kecil. Justru di situlah katong punya kehadiran paling berarti. Fasilitas terbatas, jarak yang jauh, cuaca yang seng bersahabat, tapi setiap hari katong tetap berdiri untuk memberikan pelayanan bagi masyarakat,” ucap dr. Uchi.

“Beta percaya apa yang Katong buat itu sangat berharga. Mungkin kelihatan kecil tapi dampaknya besar bagi orang-orang yang katong bantu. Tetap semangat, tetap saling topang. Kalau Katong kerja pake hati, Tuhan pasti kasih jalan,” tambahnya.

Bonus Tak Terduga: Starlink dari Menkes dan Beasiswa Spesialis

Sore hari pasca-upacara, dr. Uchi dan penerima lainnya diundang ramah tamah dengan Menkes Budi Gunawan Sadikin.

Saat sesi itu, Menkes langsung menyoroti isu krusial: koneksi internet yang diceritakan dr. Uchi.

“Pak Menkes ini, beliau tanya langsung, bagaimana kondisi internet di tempat beta bertugas. Beta jujur bilang di Karaway itu jaringan Telkomsel ada tapi kualitasnya kadang seng cukup untuk pelayanan kesehatan. Nah dari situ Pak Menkes langsung respon cepat. Nanti beliau sendiri yang belikan dan kasih ke beta bawa pulang. Beta kaget tapi juga bersyukur, karena ini bantuan benar-benar Katong butuh,” cerita dokter berdarah Madura dan Luang Barat itu.

Bukan Starlink biasa – ini tipe terbaru generasi ketiga, plus biaya langganan ditanggung Kemenkes hingga Januari 2026.

“Memang Katong juga baru dapat bantuan starlink dari pemerintah daerah (Pemda) lewat Dinas Kesehatan. Memang generasi ketiga juga tapi yang mini. Tapi tentu saat ditawarkan Pak Menkes untuk dapat satu starlink lagi. Puji Tuhan, nantinya dengan dua starlink ini bisa membantu Katong Puskesmas Karaway dalam pelayanan. Apalagi sekarang sistem pelaporan semuanya berbasis online,” imbuhnya.

Tak berhenti di situ, kesempatan beasiswa untuk pendidikan spesialis pun ditawarkan. Ini mimpi lama dr. Uchi yang terbentur biaya.

“Kalau Tuhan beri kesempatan beta ingin lanjut ke pendidikan spesialis bedah umum. Apalagi sekarang ini di katong punya kabupaten ini belum punya spesialis bedah umum. Dan ini membuat masyarakat sering harus dirujuk keluar dari Kepulauan Aru,” ucap dr. Uchi.

Ia mengapresiasi program Dokter Residen bersama Universitas Udayana dari pemda, tapi berharap Aru punya spesialis sendiri.

“Namun alangkah baiknya lebih baik kalau daerah ini sendiri punya dokter spesialis bedahnya. Nah makanya beta ingin sekolah untuk balik mengisi kekosongan itu. Supaya pelayanan di Aru itu bisa mandiri,” harapnya.

Untuk merealisasikan beasiswa, dr. Uchi butuh dukungan pemda. “Tapi tentu kalau beta ambil beasiswa ini beta sangat butuh bantuan dari pemerintah daerah apalagi status beta sebagai PNS. Beta butuh rekomendasi resmi, butuh juga dukungan administrasi, dan juga pengertian bahwa ini bukan kepentingan pribadi beta semata tapi untuk daerah,” paparnya.

“Dan selesai nanti beta bisa ditempatkan kembali sesuai kebutuhan. Dan beta mau kasih yang terbaik untuk masyarakat Aru, itu beta punya tujuan besar,” cetusnya.

Kisah dr. Uchi bukan hanya inspirasi bagi tenaga kesehatan di pelosok, tapi pengingat bahwa di balik keterbatasan, ada hati yang mampu menciptakan perubahan besar. Selamat kepada dr. Uchi – pahlawan kesehatan dari Kepulauan Aru!


Bagikan:

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Ads

Populer

Artikel terkait

Duh! Sejumlah Anggota DPRD Malra Mangkir dari Paripurna Penetapan Dua Ranperda

Sejumlah anggota DPRD tak hadir dengan alasan yang berbeda-beda....

Direktur Beasiswa LPDP Ungkap Tanggung Jawab Moral Alumni hingga Peluang Kewirausahaan

LPDP terus tumbuh sebagai salah satu pilar penting pembangunan...

Bupati Kepulauan Aru Timotius Kaidel: The Next Leader For Change!?

Untuk pemimpin yang sesungguhnya.dipersembahkan: INDONESIA INNOVATION EXCELLENCE AWARD 2026...

dr. Johan Norimarna Resmi Jabat Kadinkes Ambon, Paparkan Capaian Program Kesehatan 2025

dr. Johan menegaskan, meskipun masih ada tantangan, Dinkes Ambon...