Selain dokumen grand desain, Liembers juga meminta dokumen PKS dan pertanggungjawaban dana hibah.
Dobo, suaradamai.com – Anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Aru Andreas Liembers, meminta dokumen grand desain atau rencana besar pembentukan sebuah universitas di Bumi Jargaria, dari Universitas Pattimura (Unpatti).
Dokumen tersebut ia butuhkan agar menjadi acuan dalam mengawasi langkah-langkah yang dilakukan Unpatti, dalam upaya membentuk perguruan tinggi yang mandiri di Aru.
“Kita menuju pembentukan sebuah university (Universitas) yang mandiri. Tetapi kita untuk menuju ke sana, ada tahapan-tahapan. Nah, saya mintakan pada forum yang terhormat ini, itu tolong dipaparkan grand desainnya,” ujar Liembers dalam rapat di Ruang Sidang Sementara Gedung Kesenian Sita Kena Dobo, Selasa (29/4/2025).
“Sehingga kita dewan bersama pemerintah daerah bisa membantu menggotong itu. Mungkin ada tahapan yang perlu kita lewati, tahun berapa kita buat ini? Tahun berapa kita buat ini? Tahun berapa kita buat ini? Sehingga tidak terkesan tiba saat tiba akal,” sambung Liembers.
Selain dokumen grand desain, Liembers juga meminta dokumen lainnya seperti dokumen Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pemkab Aru dan Unpatti dalam pelaksanaan PSDKU di Aru serta dokumen pertanggungjawaban anggaran hibah dan rencana penggunaannya di PSDKU Aru.
“Kita dapat dulu [dokumen PKS]. Mungkin dewan bisa review. Review bukan berarti mengubah. Tidak. Kita cermati dulu. Mungkin ada hal-hal yang perlu di-update (diperbarui) kembali,” ujar Liembers.
“Terkait dengan rencana penggunaan hibah. Jelas setiap tahun pasti kan ada usulan-usulan itu. Itu tolong dimasukkan sebagai lampiran. Kemudian terkait dengan laporan penggunaan hibah. Itu disampaikan juga,” imbuh Liembers.
Editor: Labes Remetwa





