Rapat Komisi II DPRD Malra dengan PLN Harus Ditunda Karena Mati Lampu

Lampu mati tepat saat Kepala PLN Tual sedang berbicara.


Langgur, suaradamai.com – Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komisi II DPRD Kabupaten Maluku Tenggara dengan pihak PLN Cabang Tual harus ditunda karena mati lampu.

Rapat yang dipimpin Wakil Ketua Komisi II Esebius Utha Safsafubun itu dihadiri ketua dan tiga anggota komisi, Kepala Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) PT. PLN Persero Cabang Tual Alexander Manuhuwa bersama tiga stafnya.

Pantauan suaradamai.com, usai menjelaskan maksud dan tujuan rapat serta situasi yang terjadi akhir-akhir ini, Utha memberikan kesempatan kepada pihak PLN untuk menjelaskan masalah kelistrikan di Kabupaten Maluku Tenggara.

Baru berbicara sekitar tujuh menit, alat pengeras suara tiba-tiba tidak berbunyi. Lampu mati.

Wakil Ketua Komisi langsung menskors rapat menanti lampu nyala kembali. Rapat mesti diskors karena pembicaraan harus terekam di notulensi komisi.

Dari ruang rapat, pihak PLN mencoba menangani persoalan ini namun tidak kunjung teratasi.

Utha kembali mencabut skors. Lalu menskors lagi hingga besok, Jumat (20/11/2020) pukul 09.00 WIT.

Dihampiri usai rapat, kepada suaradamai.com, Kepala Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) PT. PLN Persero Cabang Tual Alexander Manuhuwa menjelaskan indikasi mati lampu diakibatkan karena high temperatur (suhu tinggi) sehingga mesin mati.

“Untuk sementara sistem Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara semua mati karena semua ini dilayani oleh, dari Dullah,” kata Alex.

Dia menambahkan pihaknya sementara melakukan koordinasi untuk menaikkan unit yang tidak gangguan agar mengantisipasi pemadaman.

Editor: Labes Remetwa


Rapat dilanjutkan besok, Jumat (20/11/2020) pukul 09.00 WIT


Baca juga:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

KOMENTAR TERBARU