Momentum Hari Pahlawan, Rahawarin Ajak Generasi Muda Tingkatkan Kualitas Belajar

Bosko mengingatkan orangtua, para guru, dan semua pihak untuk menghindarkan anaknya dari pengaruh buruk game dan media sosial. Baginya, game dan media sosial memberikan dampak positif, juga negatif.


Langgur, suaradamai.com – Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Maluku Tenggara Yohanis Bosko Rahawarin mengajak generasi muda untuk memaknai Hari Pahlawan, hari perjuangan, sebagai motivasi untuk meningkatkan kualitas belajar.

“Generasi muda evav harus melanjutkan perjuangan para pahlawan … kita harus terus belajar. Mengisi kemerdekaan ini dengan belajar keras sehingga banyak ilmu yang kita dapat. Dan kita bisa melanjutkan perjuangan dengan membangun daerah kita,” ujar Bosko kepada suaradamai.com usai rapat Banggar dengan TAPD Malra di ruang rapat Banggar DPRD Malra, Selasa (10/11/2020).

Bosko mengatakan, di era globalisasi ini, banyak pengaruh yang terus-menerus masuk, salah satunya yang lagi ramai sekarang adalah game seperti PUPG, Freefire, Mobile Legend dan lain-lain. Game ini, kata Bosko, membawa pengaruh positif dan juga negatif.

“Kalo kita tidak hati-hati, (game) ini merupakan proses pembodohan. Kalo tidak diatur dengan baik waktu anak-anak kita, maka dia tiap hari fokus di game sampai larut malam, pagi pasti ke sekolah terlambat, tugas tidak dikerjakan,” ujar Bosko dengan maksud meminta orangtua dan semua pihak mengawasi penggunaan telepon pintar (smartphone) anak.

Bosko menegaskan, persoalan ini merupakan tugas dan tanggungjawab bersama. Bukan hanya game, kata dia, tetapi banyak hal lain yang mempengaruhi perkembangan generasi muda.

“Kuncinya ada di orangtua dan kita semua untuk melihat bagaimana anak-anak kita mengatur waktu dengan baik sehingga kita jangan dijajah oleh game atau media sosial lainnya. Tetapi (diharapkan) itu menjadi media positif untuk membantu kita untuk belajar,” ujarnya.

Menurut pengamatannya, saat ini anak-anak malah fokus bermain game maupun media sosial. Dia khawatir, dalam 10 atau 20 tahun kedepan generasi yang berikut tidak mampu berbuat apa-apa lantaran dulu lebih banyak main game ketimbang belajar.

“Boleh kita refreshing, tetapi game jangan menjajah kita,” pungkas Bosko.

Editor: Labes Remetwa

Semua pihak harus terlibat aktif dalam mengawasi telepon pintar anak.


Baca juga:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

KOMENTAR TERBARU