Rapat Komisi II – Partamina: Stok BBM Di Maluku Aman

Sementara itu Ketua Komisi II DPRD Maluku, Saudah Tuanakota Tethool mengatakan, sebagai wakil rakyat tetap akan melakukan pemantauan distribusi BBM pada semua wilayah di Maluku.


Ambon, suaradamai.com – Sales Manager pemasaran Pertamina Ambon, Wilson mengatakan stok Bahan Bakar Minyak (BBM) menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) dalam kondisi aman.

“Kebetuhan stok BBM, minyak tanah (mitan) dan LPG yang ada di Pertamina, kami pastikan kalau kebutuhan tersebut, jelang Nataru masyarakat tidak perlu khawatir tapi masyarakat lakukan aktifitas seperti biasanya saja ,” beber Wilson usai menghadiri rapat dengan Komisi II DPRD dalam membahas ketersediaan BBM jelang Nataru, Rabu (9/12/2021).

Mengatasi hal-hal yang tidak diinginkan, Pertamina sendiri telah membentuk tim satgas yang bertugas hingga tanggal 15 Januari 2022. Tim satgas dalam menjalankan tugas, akan melakukan memonitoring pada setiap lokasi yang menjadi lokasi penyaluran BBM, LPG dan Mitan.

“Kami sudah melakukan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku maupun Kabupaten/kota, untuk daerah-daerah yang khusus merayakan Natal termasuk yang tidak merayakan, kami juga menyediakan stok BBM yang cukup dengan prestande 8 hingga 15 Persen ,”ujarnya.

Sebagai langkah awal, kata Wilson, kami telah mendrop Mitan sejak awal bulan, itu karena masyarakat di Maluku pada umumnya tinggal di pulau-pulau, sehingga jika itu tidak dilakukan awal bulan maka bisa terjadi kelangkaan.

Alasan lain kalau kemungkinan bisa saja sudah melakukan pembuatan kue-kue atau aktifitas-aktifita lain yang menggunakan Mitan, sehingga kesiapan itu sudah harus dilakukan jauh hari, agar kebutuhan masyarakay tercukupi dengan baik.

“Pertama, kami sudah melakukan pemetaan wilayah-wilayah, baik dari tingkat kecamatan hingga pada pedesaan, kami juga telah melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah dan DPRD Kabupaten/kota untuk membahas terkait dengan kebutuhan BBM, setelah itu berapa banyak Mitan dan LPG yang harus dipersiapkan Pertamina untuk bisa memenuhi kebutuhan masyarakat jelang Nataru,”jelasnya.

Khusus BBM jenis Pertalite dan Pertamax, lanjut Wilson, jumlah distribusi angkanya berbeda tapi setiap hari pihaknya tetap melakukan distribusi, khusus Maluluku komposisi penyalurannya sekitar 80 banding 21 dengan persentasi 21 persen ada pada Pertamax sedangkan pertalite diangka 79 persen.

Sementara itu Ketua Komisi II DPRD Maluku, Saudah Tuanakota Tethool mengatakan, sebagai wakil rakyat tetap akan melakukan pemantauan distribusi BBM pada semua wilayah di Maluku.

Menurutnya, distribus sudah harus dilakukan pihak Pertamina sejak dini sehingga tidak terjadi kondisi alam, maka sudah dilakukan antisipasi lebih awal dalam melakukan distribusi BBM, mengingat Maluku merupakan provinsi kepulauan.

“Ini juga yang menjadi harapan kami agar diakhir tahun 2021, tidak terjadi kelangkaan yang bisa  menyebabkan harga BBM naik. Meskipun kita tahu kalau di tahun kemarin itu terjadi kelangkaan sehingga mengakibatkan BBM khusunya Mitan harga per litar naik sampai Rp 25 ribu per lima liter atau satu dirigen,”bebernya.

Namun semuanya telah diantisipai pihak Pertamina sehingga kemungkinan kelangkaan itu sudah dipastikan tidak akan terajdi tahun ini, khususnya menjelang Nataru.

Editor: Petter Letsoin


Baca juga:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

KOMENTAR TERBARU